Jurnal Bimala: Basis Invensi Analitik Mahasiswa Sosiologi http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/bimala en-US Sen, 16 Sep 2024 00:00:00 +0700 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 MANIFESTASI KONFLIK LOKAL: ANALISIS TAWURAN ANTAR KELOMPOK PEMUDA DI KELURAHAN MANGGARAI DALAM PERSPEKTIF KEKERASAN JOHAN GALTUNG http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/bimala/article/view/47419 <p>Konflik sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari interaksi sosial manusia, di mana perbedaan kepentingan, status dan nilai sering kali menjadi sumber pertentangan. Mengacu pada teori kekerasan Johan Galtung, konflik dapat muncul dalam bentuk kekerasan langsung, struktural maupun kultural. Seperti halnya di Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan, di mana konflik sosial sering kali termanifestasi dalam bentuk tawuran antar kelompok pemuda yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, sehingga tidak jarang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan materil. Adapun beberapa faktor yang mendasari konflik tersebut, seperti masalah putus sekolah, kurangnya aktivitas positif bagi pemuda dan budaya kekerasan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Mengatasi masalah ini memerlukan upaya menciptakan peluang pendidikan dan pekerjaan, serta memahami akar penyebab konflik untuk menemukan solusi yang efektif dan berkelanjutan.</p> Aurelli Salsa Mayrean ##submission.copyrightStatement## http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/bimala/article/view/47419 Sen, 16 Sep 2024 13:58:58 +0700 DINAMIKA KONFLIK SOSIAL DI MASYARAKAT (STUDI KASUS: BUDAYA TAWURAN DI TANAH TINGGI, JOHAR BARU) http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/bimala/article/view/47422 <p><span style="font-weight: 400;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Dalam masyarakat sering kali terdapat perbedaan yang menyebabkan perselisihan antar kelompok masyarakat, sehingga muncullah suatu konflik. Salah satu konflik yang sering terjadi adalah tawuran. Permasalahan ini menjadi persoalan penting karena timbulnya keresahan dan ketakutan pada masyarakat. Tanah Tinggi, Johar Baru adalah salah satu wilayah di Jakarta yang terkenal dengan intensitas tawuran yang cukup tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penyebab utama dari konflik tawuran yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan teknik pengambilan data melalui studi kepustakaan </span></span></span><em><span style="font-weight: 400;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">(library Research)</span></span></span></em><span style="font-weight: 400;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> . Terdapat konsep teori yang digunakan yaitu Teori Galtung atau yang dikenal dengan Teori Segitiga Konflik ABC ( </span></span></span><em><span style="font-weight: 400;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Sikap</span></span></span></em><span style="font-weight: 400;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> , </span></span></span><em><span style="font-weight: 400;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Perilaku</span></span></span></em><span style="font-weight: 400;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> , dan </span></span></span><em><span style="font-weight: 400;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Kontradiksi</span></span></span></em><span style="font-weight: 400;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> ). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab utama dari tawuran di Tanah Tinggi Johar Baru adalah budaya turun temurun antar generasi.</span></span></span></p> Putri Amelia, Kartika, Nur Salvia ##submission.copyrightStatement## http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/bimala/article/view/47422 Sen, 16 Sep 2024 14:28:50 +0700 Pengaruh Budaya Terhadap Konflik Dan Harmoni Antara Suku Samawa Dan Suku Bali Di Sumbawa Besar NTB http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/bimala/article/view/47390 <p><span style="font-weight: 400;">Sumbawa Besar merupakan suatu wilayah di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dengan mayoritas penduduknya bersuku Samawa dan Suku Bali. Suku Bali bermigrasi ke Sumbawa Besar bertujuan meningkatkan kesejahteraan hidup. Meskipun pada awalnya hubungan antara kedua suku relatif harmonis, perbedaan budaya, agama, dan kepentingan ekonomi mulai menimbulkan gesekan yang memicu konflik sosial. Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh budaya terhadap konflik dan harmoni yang terjadi antara Suku Samawa dan Suku Bali di NTB menggunakan metode penelitian studi pustaka dari berbagai literatur, data Badan Pusat Statistik (BPS), dan dokumen terkait untuk memahami dinamika konflik ini. Hasil dari penelitian ini meliputi</span><span style="font-weight: 400;"> beberapa aspek budaya yang mempengaruhi hubungan harmonis, yaitu: gotong royong, toleransi beragama dan kebudayaan lokal, perkawinan antar suku, bahasa dan komunikasi, pendidikan dan sosialisasi, serta pengaruh pemimpin lokal.</span></p> Rara Rachmadilla, Putri Nurul Hotimah, Gery Kalam Mudi ##submission.copyrightStatement## http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/bimala/article/view/47390 Sen, 16 Sep 2024 14:54:04 +0700 SOLIDARITAS KELOMPOK YANG TERBENTUK MELALUI TAWURAN ANTAR WARGA DI DEPAN MALL BASSURA, CIPINANG http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/bimala/article/view/47447 <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini membahas tentang fenomena tawuran antar warga di wilayah depan Mall Bassura, Cipinang, yang telah berlangsung lama dan menjadi bagian dari budaya lokal. Tawuran ini disebabkan oleh perbedaan tujuan, kepribadian, budaya konflik, dan kekerasan, serta kesalahpahaman dan desakan ekonomi. Penelitian ini menyoroti tawuran sebagai konflik sosial yang berisi interaksi disosiatif yang negatif dan cenderung memecah belah suatu kelompok. Penelitian ini juga membantu memahami akar masalah dan dampak sosial dari tawuran, serta menggali pemaknaan tawuran yang terjadi secara turun temurun. Dengan demikian, penelitian ini penting untuk melihat akar masalah dari fenomena tawuran di depan Mall Bassura, Cipinang, menggali pemaknaan tawuran yang terjadi secara turun temurun, dan melihat solidaritas serta identitas sosial yang terbentuk dan dipertahankan sebagai penyebab dari tawuran. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode studi literatur untuk memahami konflik sosial yang terjadi di depan Mall Bassura, Cipinang. Dengan menganalisis menggunakan teori konflik Lewis Coser terhadap tawuran di depan Mall Bassura Cipinang menyoroti fungsi positif konflik dalam memperkuat solidaritas kelompok serta mengungkapkan ketegangan sosial dan ekonomi di lingkungan padat penduduk tersebut. Tawuran tersebut mencerminkan ekspresi frustasi yang mendalam serta menyoroti masalah sosial mendasar seperti kemiskinan, pengangguran, dan pendidikan rendah.</span></p> Risha Perwita, Zahra Syahidah, Zahra Syahidah, Nurifda Ramadayanti ##submission.copyrightStatement## http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/bimala/article/view/47447 Sen, 16 Sep 2024 15:19:08 +0700 Konflik Masyarakat Pendatang dengan Masyarakat Lokal (Studi Kasus: Masyarakat di Wamena Papua) http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/bimala/article/view/47423 <p><span style="font-weight: 400;">Konflik bukanlah sekadar perbedaan pendapat atau tujuan, tetapi refleksi dari ketidaksetaraan yang meluas dalam distribusi kekuasaan dan otoritas di antara berbagai kelompok masyarakat. Di Papua, konflik sosial antara masyarakat asli dan pendatang menjadi sorotan utama, terutama di wilayah yang berpenduduk padat seperti Wamena. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki akar penyebab, dinamika, serta implikasi yang terkandung dalam konflik ini, mengadopsi teori konflik dialektika Ralf Dahrendorf sebagai bingkai analisis utama. Dengan menggali literatur terkait dan mengintegrasikan data-data, penelitian ini berupaya untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran ketidaksetaraan dalam memicu dan memperpanjang konflik tersebut. Dengan pemahaman yang lebih kompleks dan holistik, diharapkan penelitian ini dapat memberikan arahan bagi upaya penyelesaian konflik dan rekonsiliasi yang berkelanjutan di Papua, dengan memperhatikan konteks sosial, budaya, dan politik yang khas di wilayah tersebut. Melalui pendekatan ini, penelitian ini berupaya tidak hanya menggambarkan situasi konflik, tetapi juga membuka ruang bagi pemahaman yang lebih dalam tentang perubahan sosial yang mungkin terjadi melalui upaya rekonsiliasi yang berkelanjutan</span></p> Cantika Bintang Aprilani Sinaga, Amelia Ariesty ##submission.copyrightStatement## http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/bimala/article/view/47423 Sen, 16 Sep 2024 15:26:45 +0700