Saeculum-Mundus Politik Indonesia: Satu Kajian Filosofis dalam Perspektif Nurcholish Madjid

  • Imron Mustofa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Kata Kunci: Autoritarianisme, Integritas, Logika saintifik, Madjid, Prinsip identitas

Abstrak

Artikel ini menyuguhkan beberapa pandangan umum mengenai posisi cara pandang Muslim yang menjadi rebutan. Hal ini memunculkan perspektif yang menyatakan bahwa turut sertanya agama dalam pemerintahan akan membawa dunia perpolitikan dalam kancah teosentrisme, yang berakhir pada otoritarianisme. Jenis artikel ini kualitatif, berbentuk studi kepustakaan (library research). Pendekatan yang dipergunakan adalah deskriptif analisis kritis. Tujuannya memotret dinamika aktual sosio politik di Indonesia dari kaca mata analisis filosofis. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa pada paruh kedua abad kedua puluh, Nurcholish Madjid melalui “sekularisasi” pembaharuan pemikiran politik Islam menuai berbagai reaksi. Madjid memandang perlunya agama untuk dipisahkan dari sosial-politik, slogannya Islam yes, partai Islam no. Basis gagasannya dibangun dari konsep rasionalitas sebagai pemegang otoritas utama dalam paradigma sains sosial. Sedangkan dogma dalam kehidupan manusia juga merupakan bagian dari proses perkembangan sejarah, harus tunduk pada perubahan zaman. Segala eksistensi niscaya akan berubah, satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri.

Referensi

Abdullah, M. A. (2004). Studi Agama Normativitas atau Historitas? Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Akmal, A. (2019). The Rise of #IndonesiaTanpaJIL Youth Movement and the Fall of Liberal Islam on Cyberspace. Tsaqafah: Jurnal Peradaban Islam, 15(2), 363-374.

al-Attas, S. M. (1995). Prolegomena to The Metaphysics of Islam An Exposition of the Fundamental Element of the Worldview of Islam. Kuala Lumpur: ISTAC.

Al-Hujwiri, ‘. I. (t.t.). Kashf aI-Maḥjūb. Lahore: Islamic Book Foundation.

al-Jabiri, A. (2004). Bunyah al-'Aql al-'Arabī. Bayrūt: Markaz Dirāsah al-Wahdah al-'Arabīyah.

Asad, M. (1983). Islam di Simpang Jalan. Bandung: t.p.

Asyaukani, L. (3 September 2005). Kompas. Kompas.

Atmaja, A. K. (2020, July 29). Pluralisme Nurcholis Madjid dan Relevansinya terhadap Problem Dakwah Kontemporer. Jurnal Dakwah Risalah, 31(1). Retrieved July 29, 2021

Cox, H. (1967). The Secular City: Secularization and Urbanization in Theological Perspective. New York: The Macmillan Company.

Esposito, J. L., Tamimi, A., Keane, J., Elmassiri, A. W., Elmassiri, A., Manzoor, S. P., . . . Davutoglu, A. (2000). Islam and Secularism in the Middle East. (J. L. Esposito, & A. ETamimi, Eds.) New York: New York University Press.

Fautanu, I., M., B., & Gunawan, H. (2020). Politik Identitas dalam Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017: Perspektif Pemikiran Politik Nurcholish Madjid. Politicon: Jurnal Ilmu Politik, 2 (2).

Grose, G. B., & Hubbard, B. J. (1999). Tiga Agama Satu Tuhan. Bandung: Mizan.

Hassan, M. K. (1982). Muslim Intellectual Responses to “New Order Modernization in Indonesia. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Kurzman, C. (Ed.). (2003). Wacana Islam. Jakarta: Paramadina.

Madjid, N. (1970). Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat. T.tp.: t.p.

Madjid, N. (1987). Islam Kemodernan dan Keindonesiaan. Bandung: Mizan.

Madjid, N. (1993). Beberapa Renungan tentang Kehidupan Keagamaan untuk Generasi Mendatang. Jurnal Ilmu dan Kebudayaan Ulumul Qur’an, 4(1), 24-25.

Madjid, N. (1995). Islam Doktrin dan Peradaban. Jakarta: Paramadina.

Madjid, N. (2000). Membangun Oposisi Menjaga Momentum Demokrasi. Jakarta: Voice Center Indonesia.

Madjid, N. (2004). Pijakan Keimanan Bagi Fiqih Lintas Agama. (M. A. Sirry, Ed.) Jakarta: Paramadina.

Magee, B. (t.t.). The Story of Philosophy. London: DK Publishing.

Mustofa, I. (2017, Juni). Fisika Atom sebagai Basis Filosofis Ilmu dalam Perspektif al-Ghazali. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 12(1), 53-75.

Mustofa, I. (2019). Gagasan Islamisasi Ilmu (Studi tentang Kerangka Metodologi Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS)). Surabaya: Disertasi--UIN Sunan Ampel.

Nasution, H. (1997). Islam, Sekularisasi dan Sekularisme: Catatan atas Pemikiran Pembaruan Nurcholish Madjid. In H. Nasution, Islam Rasional (p. 189). Bandung: Mizan.

Pardoyo. (1993). Sekularisasi dalam Polemik. Jakarta: Grafiti.

Popkin, R. H. (1967). The Encyclopedia of Philosophy (Vol. 7). (P. Edwards, Ed.) NewYork: Macmillan.

Popper, K. R. (1965). Logic of Scientific Discovery. New York: Harper and Row, Harper Torchbooks.

Rachman, B. M. (2006). Nurcholish Madjid dan Perdebatan Islam di Indonesia, dalam Menembus Batas Tradisi, Menuju Masa Depan yang Membebaskan: Refleksi atas Pemikiran Nurcholish Madjid. Jakarta: Kompas.

Rahman, F. (1984). Islam and Modernity, Transformation of an Intellectual Tradition . London: The University of Chicago Press.

Rorty, R. (1980). Richard Rorty, Philosophy and The Mirror of Nature. Richard Rorty, Philosophy and The Mirror of NaturePrinceton: Princeton University Press.

Rosyid, D. (1993). Pembaruan Islam dan Orientalisme dalam Sorotan. Jakarta: Usamah Press.

Runzo, J. (1986). Reason, Relativism and God. London: Macmillah Press.

Smart, N. (t.t.). Worldview, Crosscultural Explorations of Human Belief. New York: Charles Sribner's sons.

Stodard, L. (t.t.). Ḥāḍir al-‘Ālam al-Islāmī (Vol. 1). Bayrut: Dār al-Fikr.

Taryadi, A. (1991). Epistemologi Pemecahan Masalah Menurut Karl Popper. Jakarta: Gramedia.

The Encyclopedia of Religion. (1995). In M. Eliade. New York: Simon dan Schuster.

Titus, H. H., Smith, M. S., & T., ‎. (1984). Persoalan-persoalan Filsafat. Jakarta: Bulan Bintang.

Veeger, K. J. (1993). Realitas Sosial Refleksi Filsafat Sosial Atas Hubungan Individu-Masyarakat dalam Cakrawala Sejarah Sosiologi. Jakarta: Gramedia.

Diterbitkan
2021-07-30