From Politics to Education: Nurcholish Madjid and the Reform of Education In Indonesia

  • Mushlihin Amali UNJ
Kata Kunci: Nurcholish Madjid, Reform, Islamic Education

Abstrak

Tulisan ini menganalisis keputusan Nurcholish Madjid memilih pendidikan daripada politik untuk melakukan reformasi besar di Indonesia. Fokus tulisan ini tentang reformasi pendidikan Islamnya, studi ini mencoba untuk melihat ide-ide dan kegiatan-kegiatan pendidikan Nurcholish Madjid di IAIN-UIN Jakarta dan Paramadina. melalui penelitian kepustakaan. Kajian ini meneliti tentang reformasi pendidikan Islam Nurcholish Madjid dan konteks di mana reformasi itu dikembangkan. Hasil kajian akan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti apa ide yang dikembangkan oleh Nurcholish Madjid dan bagaimana ia mendefinisikan, menafsirkan, dan menerapkan ide-ide tersebut untuk pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. makalah ini berpendapat bahwa dalam mengajarkan dan memahami Islam, Nurcholish Madjid jelas memperlakukan Islam tidak hanya sebagai agama, tetapi juga sebagai fenomena historis, sosiologis, dan antropologis yang harus dipelajari secara terbuka, demokratis, partisipatif, pluralistik, dan inklusif.

Referensi

Ali, F. (2001). Nurcholish Madjid Sebagai “Guru Bangsa. In Sukandi, Tharikat Nurcholishy: Jejak Pemikiran dari Pembaharuan sampai Guru Bangsa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ali, F. (2005). Mengenang Cak Nur. In M. W. Rifki, Kesaksian Intelektual: Mengiringi Kepergian Sang Guru Bangsa. Jakarta: Paramadina.
Ali, M. (2005 ). Mengenang Nurcholish Madjid sebagai Guru Bangsa. In M. W. Rifki, Kesaksian Intelektual: Mengiringi Kepergian Sang Guru Bangsa. Jakarta: Paramadina.
Bakti, A. F. (2004). Paramadina and Its Approach to Culture and Communication: An Engagement in Civil Society. Archipel: Études Interdisciplinaires sur le Monde Insulindie(68).
Bakti, A. F. (2005). Islam and Modernity: Nurcholish Madjid’s Interpretation of Civil Society, Pluralism, Secularization, Democracy. Asian Journal of Social Science,, 33(3).
Barton, G. (1997). Indonesia’s Nurcholish Madjid and Abdurrahman Wahid as Intellectual ‘Ulama’: The Meeting of Islamic Traditionalism and Modernism in Neo-Modernist Thought. Studia Islamika, 4(1).
Barton, G. (1999). Gagasan Islam Liberal di Indonesia: Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid, Djohan Effendi, Ahmad Wahib, dan Abdurrahman Wahid (trans). Jakarta: Paramadina.
Bruinessen, M. v. (2006). Nurcholish Madjid: Indonesian Muslim Intellectual. ISIM Newsletter, p. 17.
Bruinessen, M. v. (2006). Nurcholish Madjid: Indonesian Muslim Intellectual. ISIM Newsletter, 17.
Darmadi, D. (2000). Urban Sufism: The New Flourishing Vivacity of Contemporary Indonesian Islam. Studia Islamika, 7(3).
Hasan, N. (2000). In Search of Identity: The Contemporary Islamic Communities in Southeast Asia”, i. Studia Islamika, 7(3).
Hasballah, M. (2000). Cultural Presentation of the Muslim Middle Class in Contemporary Indonesia. Studia Islamika, 7(2).
Hefner, R. W. (1993). Islam State and Civil Society: ICMI and the Struggle for the Indonesian Middle Class”, . Indonesia.
Hidayat, K. (2005). “Cak Nur yang Saya Kenal”, in: Muhammad Wahyuni Nafis & Achmad Rifki, Kesaksian Intelektual: Mengiringi Kepergian Sang Guru Bangsa. Jakarta: Paramadina.
Jabali, F., & Jamhari. (2002). IAIN dan Modernisasi Islam di Indonesia (eds. Ciputat: Logos, Wacana Ilmu dan Pemikiran.
Kull, A. (2005). Piety and Politics: Nurcholish Madjid and His Interpretation of Islam in Modern Indonesia. Tryek: KFS i Lund AB.
Kuntowijoyo, e. a. (2003). Begawan Jadi Capres: Cak Nur Menuju Istana. Jakarta: KPP Kelompok Paramadina.
Latif, Y. (2005). The Rupture of Young Muslim Intelligentsia in the Modernization of Indonesia. Studia Islamika: Indonesian Journal for Islamic Studies, 12(3).
Liddle, R. W. (2005). Revolusi Nurcholish Madjid . In M. W. Rifki, Kesaksian Intelektual: Mengiringi Kepergian Sang Guru Bangsa. Jakarta: Paramadina.
Madjid, N. (1979). The Issue of Modernization among Muslim in Indonesia: From a Participant’s Point of View (2003) . In R. H. Ali-Fauzi, TheTrue Face of Islam Essays on Islam and Modernity in Indonesia. Ciputat: Voice Cent.
Madjid, N. (1987). Islam Kemodernan dan Keindonesiaan. Bandung: Mizan.
Madjid, N. (2002). (2002), Atas Nama Pengalaman Beragama dan Berbangsa di Masa Transisi: Kumpulan Dialog Jumat di Paramadina. Jakarta: Paramadina.
Madjid, N. (2003). Pesan-Pesan Takwa Nurcholish Madjid: Kumpulan Khutbah Jum’at di Paramadina. Jakarta: Paramadina.
Madjid, N. (2005). Islam Doktrin dan Peradaban: Sebuah Telaah Kritis tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan, dan Kemoderenan. Jakarta: Paramadina.
Madjid, N. (2006). Investasi Kemanusiaan adalah Pendidikan . In B. Munawar-Rachman, , Ensiklopedi Nurcholish Madjid: Pemikiran Islam di Kanvas Peradaban, Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina,. Jakarta: Center for Spirituality and Leadership (CSL), and Mizan.
Magnis-Suseno, F. (2005). Terima Kasih, Cak Nur! . In M. W. Rifki, Kesaksian Intelektual: Mengiringi Kepergian Sang Guru Bangsa. Jakarta: Paramadina.
Rahardi, F. (2005). Warisan Pluralis Sang Guru Bangsa. In Muhammad Wahyuni Nafis & Achmad Rifki, Kesaksian Intelektual: Mengiringi Kepergian Sang Guru Bangsa. Jakarta: Paramadina.
Rahman, F. (1982). Islam & Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition . Chicago & London: The University of Chicago Press.
Saleh, F. (2001). Modern Trends in Islamic Theological Discourse in 20th Century Indonesia. Leiden, Boston, and Koln: Brill.
Steenbrink, K. (1996). Recapturing the Past: Historical Studies by IAIN Staff. In Mark R. Woodward, Towards New Paradigm: Recent Developments in Indonesian Islamic Thought. Arizona State University: Program for Southeast Asian Studies, Tempe, Arizon.
Urbaningrum, A. (2005). Nurcholish Madjid, dari Jombang untuk Indonesia. In Muhammad Wahyuni Nafis & Achmad Rifki, Kesaksian Intelektual: Mengiringi Kepergian Sang Guru Bangsa. Jakarta: Paramadina.
Diterbitkan
2019-01-28