Kedudukan dan Peran Perempuan dalam Perspektif Islam dan Adat Minangkabau

  • Irawaty Irawaty Universitas Negeri Jakarta
  • Zakiya Darojat UIN Jakarta
Kata Kunci: kedudukan dan peran wanita, adat minang kabau, perspektif Islam

Abstrak

 

Kata Kunci: Kedudukan dan peran perempuan, Adat Minangkabau, Perspektif Islam

 

Abstract

This article aims to analyse positions and roles of Minangkabau women based on their adat and Islam in terms of: 1) inheritance; 2) decision makers in the family; 3) in taking care of children; and 4) in solving problems in the community. By implementing qualitative analysis approach with the method of analyzing QDA data, the results of the study are as follows: 1) women in Islam should be given half of their inheritance from men, whereas in based on adat Minangkabau women could get inheritance from ancestral inheritance and from her parents; 2) in Islam, women could give opinion in deciding matters in the family, while according to adat Minangkabau, decision makers in the family are women; 3) in Islam, the role of a mother is very large in educating their children, whereas according to adat Minangkabau the role of mother is very absolute even the role of father can be said to be almost non-existent; and 4) in Islam it is possible for women to play a role in social politics without forgetting their role in the family, while in the adat Minangkabau Bundo Kanduang acts as an intellectual actor in resolving communities’ issues.

 

Referensi

‘Abd al-Mu’thi, F. F. (2010.). Nisa fi al-Hayat al-Anbiya (terj). Jakarta: Zaman.
Abdullah, T. (1993). Kilasan Sejarah Pergerakan Wanita Islam di Indonesia, dalam Wanita Islam Indonesia dalam Kajian Tekstual dan Kontekstual. Jakarta: INIS.
Amar, S. (2017). Perjuangan Gender dalam Kajian Sejarah Wanita Indonesia Pada Abad XIX. Fajar Historia, 105-119.
Anwar, C. (1997). Hukum Adat Indonesia Meninjau Hukum Adat Minangkabau . Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Debevec, L. (2015.). Setting the Record Straight: Matrilineal Does Not Equal Matriarchal. Retrieved from , https://wle.cgiar.org/thrive/2015/10/15/setting-record-straight-matrilineal-does-not-equal-matriarchal
(1995). The Encyclopedia of Religion. In M. Eliade. New York: Simon dan Schuster.
Erianjoni. (n.d.). Pergeseran Citra Wanita Minangkabau: dari Konsepsi Ideal-Tradisional ke Realitas .
Hamka. (1984). Islam dan adat Minangkabau. Jakarta: Pustaka Panjimas.
Idris, N. (2012). Kedudukan Perempuan dan Aktualisasi Politik dalam Masyarakat Matrilinial Minangkabau. http://journal.unair.ac.id/downloadfull/MKP4480-0b9a73df4efullabstract.pdf.
Indomo, H. D. (1984). Islam dan Adat Minangkabau. Jakarta: PT. Pustaka Panjimas.
Indonesia, P. R. (n.d.). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Indonesia, P. R. (n.d.). Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 1963 Perihal Gagasan menganggap Burgerlijk Wetboek tidak sebagai Undang-undang .
Indonesia, P. R. (n.d.). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Irawaty, & Diyantari. (2017, July 31). Inheritance Laws in Indonesia. Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies, https://doi.org/https://doi.org/10.21009/hayula.001.2.05, 1(2), 225.
Kuntowijoyo. (1993). Arah Pengembangan Organisasi Wanita Islam Indonesia, dalam Wanita Islam Indonesia dalam Kajian Tekstual dan Kontekstual. Jakarta: INIS.
Mutahthahari, M. (1987). Nizam Huquq al-Mar’ah fi al-Islam. Teheran: Sachar.
O’Leary, Z. (2010). The Essential Guide to Doing Your Research Project. London: Sage.
Pandiangan, L. V. (2017). Perempuan Politisi Minangkabau Dalam Dunia Politik: Studi Tentang Alasan Perempuan Memaknai Politik. http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-jpm700e6419dffull.pdf.
Pribadi, A. d. (2002). Post Islam Liberal. Jakarta: Gugus Press.
Samad, S. A. (2016). Peran Perempuan Dalam Perkembangan Pendidikan Islam di Aceh (Kajian Terhadap Kontribusi Wanita dalam Tinjauan Sejarah. Jurnal Al-Maiyyah, 9(2).
Samosir, D. (2013). Hukum Adat Indonesia: Eksistensi dalam Dinamika Perkembangan Hukum di Indonesia. Bandung: CV. Nuansa Aulia.
Samry, W., & Omar, R. (2012, December). Gagasan dan Aktiviti Wartawan Wanita Minangkabau pada Masa Kolonial Belanda,. Jebat: malaysian Journal of History, Politics and Strategy,, 39, 29.
Syihab, M. Q. (1993). Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan.
Umar, N. (2001 ). Argumen Keseteraan Jender; Perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Paramadina.
Yanti, Y. (2005). Peran dan Kedudukan Perempuan dalam Kebudayaan Minangkabau. Retrieved from , https://bunghatta.ac.id/artikel-107-peran-dan-kedudukan-perempuan-dalam-kebudayaan-minangkabau.html.
Zakia, R. (2011). Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Adat Minangkabau. Jurnal Ilmiah Kajian Gender, http://kafaah.org/index.php/kafaah/article/view/39/23, 1(1).
Diterbitkan
2019-01-30