http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/hayula/issue/feed Hayula: Jurnal Indonesia Studi Islam Multi-disiplin 2024-08-09T07:48:56+07:00 Amaliyah amaliyah@unj.ac.id Open Journal Systems <div class="text-wrap tlid-copy-target"> <div class="result-shield-container tlid-copy-target" tabindex="0"><span class="tlid-translation translation" lang="id">Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies adalah jurnal multibahasa (Bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris) dan <em>peer-review</em>, diterbitkan dua kali setahun sejak 2017 (Januari dan Juli). Kajian mencakup bidang Studi Islam dalam konteks Indonesia yang meliputi studi Al-Qur'an, Tafsir Al-Quran, Hadits, Filsafat Islam, Teologi, Pendidikan Islam, Dakwah, Ekonomi Islam, Masyarakat dan Budaya Muslim, Sejarah Islam, Bahasa dan Tasawuf. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta., telah terakreditasi Sinta 2 oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 14 / E / KPT / 2019, pada 10 Mei 2019 . Artikel yang diterbitkan di Hayula telah terindeks di <strong>Sinta, DOAJ, IPI, Garuda, Crossref, Citeulike, ResearchBib, Openaire, PKPIndex, Base, Academia, Google Cendekia</strong>, <strong>Academic Search</strong>, <strong>Scilit, Indonesia One Search, Word Cat</strong>, dan <strong>Moraref</strong>.<br>Para editor mengundang sarjana, peneliti dan praktisi Studi Islam di seluruh dunia untuk mengirimkan artikel ilmiah untuk diterbitkan dalam jurnal ini. Semua artikel akan direview oleh para ahli terpilih di bidangnya. Setiap penulis bertanggung jawab penuh atas konten artikel yang diterbitkan.<br>P-ISSN: <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1484580750" target="_blank" rel="noopener">2549-0761</a><br>E-ISSN: <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1484207465" target="_blank" rel="noopener">2548-9860</a></span></div> </div> http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/hayula/article/view/41911 Embroidering Socio-Religious Peace: The Synergy of Muslim and Catholic Youth on the Island of Java Indonesia 2024-08-09T07:48:56+07:00 Irhas Sabililhaq billyirhas220800@gmail.com <p>Di tengah maraknya isu radikalisme dan fanatisme agama di beritakan di berbagai media surat kabar dan sosial, kehadiran kaum muda sangat dibutuhkan untuk menjadi agen moderasi dan toleransi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran pemuda Muslim dan Katolik dalam menciptakan masyarakat yang moderat dan toleran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian: Dusun Kenteng, Desa Kembang, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan sebagai berikut, yaitu: 1) Nilai-nilai moderasi dan toleransi yang diterapkan di masyarakat dapat diindikasikan melalui beberapa hal, yaitu kemauan untuk menerima perbedaan, mengedepankan komunikasi dan dialog, dan lain-lain. 2) Peran pemuda Muslim dan Katolik dalam menciptakan masyarakat yang moderat dan toleran dilakukan melalui beberapa pendekatan, yaitu: pendekatan agama; pendekatan olahraga; dan pendekatan sosial</p> 2024-07-28T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/hayula/article/view/35570 The Principles of the Issue of Resurrection According to the Propositions of Muslim Thinkers 2024-08-08T19:26:00+07:00 Abdullah HosseiniEskandian hosseinieskandianabdullah@gmail.com Ali Babaei hekmat46@yahoo.com <p>Masalah kebangkitan adalah salah satu prinsip dasar agama-agama samawi bahwa semua nabi samawi memiliki misi untuk mengajak manusia untuk percaya kepada Hari Kiamat setelah dipanggil untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Di antara agama-agama samawi, Islam telah menunjukkan perhatian khusus pada masalah kebangkitan dan prinsip dasar ini telah dibahas dan direnungkan oleh banyak pemikir Muslim. Selain aspek keagamaan, masalah kebangkitan adalah hal yang sangat penting karena sifat umum umat manusia bercampur dengannya dan manusia cenderung menuju kebahagiaan dan keberuntungan. Dalam artikel ini, sebuah upaya dilakukan untuk menyelidiki pentingnya dan perlunya masalah kebangkitan, hakikat kebangkitan, jenis-jenis kebangkitan, pertanyaan-pertanyaan tentang kebangkitan dan pembuktiannya berdasarkan perspektif Islam, dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Terlepas dari semua dalil-dalil yang telah ditetapkan untuk membuktikan masalah kebangkitan, dapat dinyatakan bahwa fitrah manusia cenderung pada tujuan akhir di luar dunia material ini yang tidak melihat dirinya terbatas di dunia ini dan melihat dunia di luar dunia material ini dalam cakrawalanya.</p> 2024-07-29T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/hayula/article/view/45303 English 2024-08-08T19:18:17+07:00 Abnan Pancasilawati abnanpancasilawatiuinsi@gmail.com <p>Penelitian ini mengkaji pernikahan di bawah umur di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Indonesia, yang didorong oleh faktor sosio-ekonomi, pendidikan, dan budaya. Meskipun telah ada Undang-Undang Perkawinan No. 16 Tahun 2019, pernikahan di bawah umur masih terus terjadi karena rendahnya pendidikan, kesulitan ekonomi, dan norma-norma budaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, termasuk observasi, wawancara, dan analisis dokumen, penelitian ini mengidentifikasi dampak negatif terhadap kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan psikologis, serta melanggengkan kemiskinan dan ketidakstabilan sosial. Kerangka kerja atau cara kerja Maqasid Syari'ah Jasser Auda, yang menekankan fleksibilitas dan kesejahteraan holistik, memberikan solusi yang komprehensif. Studi ini merekomendasikan penegakan hukum yang lebih ketat terhadap undang-undang usia pernikahan, inisiatif pendidikan untuk meningkatkan kesadaran, dukungan ekonomi untuk meringankan tekanan keuangan, dan keterlibatan masyarakat untuk mengubah norma-norma budaya. Meningkatkan layanan kesehatan dan sosial sangatlah penting. Mengintegrasikan Maqasid Syari'ah dengan kerangka hukum dan sosial kontemporer menawarkan pendekatan yang kuat untuk menangani pernikahan di bawah umur dan mempromosikan masyarakat yang adil dan suportif.</p> 2024-07-29T12:51:33+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/hayula/article/view/43336 The Identity of Modern Muslim Women on Instagram 2024-08-08T19:20:46+07:00 Evie Ariadne Shinta Dewi evie@unpad.ac.id Tarisa Khairina Yunizar tarisa19001@mail.unpad.ac.id Ikhsan Fuady ikhsan.fuady@unpad.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna identitas Muslimah modern yang dikonstruksi oleh para selebgram melalui akun-akun mereka di media sosial seperti Instagram. Selain itu, juga menggali motif yang mendasari seseorang untuk menjadi selebgram di Instagram. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima informan, selain studi pustaka dan observasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa makna identitas muslimah dikonstruksi oleh selebgram dalam tiga kategori, yaitu: (1) Penegasan definisi muslimah adalah perempuan muslim yang mengikuti syariat Islam, menggunakan pakaian sebagai penutup aurat sesuai dengan syariat Islam, konten yang diunggah menampilkan konten yang positif dan tidak mengumbar aurat, dan dalam hal endorsement, menyeleksi produk yang diterima agar tidak melenceng dari ajaran Islam menjadi sebuah keniscayaan. (2) Motif selebgram muslimah terbagi menjadi dua, yaitu motif penggunaan simbol-simbol muslimah dan motif menjadi selebgram muslimah di Instagram. Dalam menggunakan simbol muslimah berupa hijab, motif terbagi menjadi dua, yaitu motif sebab dan motif tujuan. (3) Motif sebab terdiri dari: &nbsp;memenuhi kewajiban sebagai muslimah, dorongan dari keluarga, dan dorongan dari lingkungan. Motif tujuan terdiri dari: memenuhi kewajiban agama, melindungi diri sendiri, mematahkan stigma buruk terhadap muslimah, menginspirasi orang lain, dan memperbaiki diri sendiri.</p> 2024-07-29T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/hayula/article/view/35499 The Role of Women in Islamic Education the Process of Transformation to Modernity 2024-08-08T19:20:16+07:00 Ramadhina Nida'an Khofiyya ramadhinanida5@gmail.com Naila Tazkiyatan Nailatazkiyatannafsi@gmail.com Darnoto Darnoto Darnoto@unisnu.ac.id <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Peran dan hak perempuan di era modernitas telah mengalami perubahan yang signifikan. Akan tetapi p erempuan terkadang menjadi obyek ketidak adilan sosial dalam kehidupan masyarakat dan diistilahkan sebagai makhluk second class. Islam memberikan penjelasan dalam alquran serta hadis bahwa tidak ada perbedaan hak antara laki-laki dan perempuan semua memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dalam berbagai sektor kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kajian litertur. Obyek penelitian peran perempuan dan, hak perempuan dalam perspektif islam. Hasil penelitian 1) menjelaskan peran dan hak perempuan dalam perspektif islam. 2) &nbsp;menjelaskan&nbsp; tantangan dan hambatan perempuan masih menghadapi diskriminasi dan keterbatas pada pendidikan dan peluang ekonomi serta sektor lainnya. Hambatan tersebut antara lain dipicu oleh norma sosial yang kuat, interprestasi agama yang konservatif, dan tantangan sosial budaya serta struktural. Kondisi ini perlu diatasi untuk mencapai kesetaraan gender sepenuhnya.</p> 2024-07-29T11:19:30+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/hayula/article/view/39263 The Meaning and Relevance of Social Piety in Muslim Societies 2024-08-08T19:23:30+07:00 Sa’dullah Sa’dullah sadullah@unj.ac.id Risma Alkaromah rismaalkaromah_1404621010@mhs.unj.ac.id Winny Azwita Putri winnyazwita@gmail.com <p>Dapat diamati bahwa kemajuan pemahaman dalam komunitas tertentu sering kali berfungsi untuk menerangi keberadaan dan pentingnya sistem kepercayaan agama. Hal ini dibuktikan dengan adanya etalase-etalase formal dan ritual-ritual keagamaan. Sebaliknya, apresiasi terhadap penerapan ajaran agama yang bersifat universal dalam konteks sosial kehidupan masyarakat masih kurang. Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian. Penelitian ini mengacu pada teks-teks kesalehan dalam Al-Qur'an yang disebutkan dalam berbagai bentuk. Dalam bentuk kata benda (isim), lafadz al-shālihāt, lafadz al-shālihūn/al-shālihīn, dan lafadz shālihan. Selain itu, bentuk kata kerja (fi'l) berasal dari akar kata shaluha dan aslaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif, dengan analisis isi yang digunakan untuk memeriksa teks-teks tersebut. Teks-teks tersebut bersifat deskriptif dan verbalistik, yang diambil dari Al-Qur'an dan Hadits. Untuk menguraikan data, penulis menggunakan berbagai pendekatan, termasuk pendekatan filosofis, semantik, dan sosiologis. Temuan penelitian ini menyajikan eksplorasi makna matan, atau isi, dari ayat-ayat kesalehan sosial, yang menunjukkan keterpaduan konsep kesalehan sebagai ekspresi kesadaran sosial.</p> <p>.</p> 2024-07-29T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/hayula/article/view/41533 Social and Religious Dynamics: Study of the Nyuguh Tradition in Pasir Gaok Village Indonesia 2024-08-08T19:18:50+07:00 Janur Ramadhina janurramadhina_1404621024@mhs.unj.ac.id Muhamad Ridwan Effendi muhamadridwan@unj.ac.id <p>Tradisi merupakan suatu hal yang turun-temurun dilakukan oleh sekelompok masyarakat dan sulit untuk ditinggalkan. Indonesia adalah negara dengan berbagai suku, ras, dan agama sehingga memiliki beragam tradisi di dalamnya. Salah satu bentuk tradisi yang ada dalam masyarakat ialah seperti prosesi penghormatan kepada arwah leluhur yang sudah meninggal. Di Kampung Pasir Gaok, prosesi atau tradisi tersebut disebut dengan Tradisi <em>Nyuguh</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prosesi dan makna yang terkandung dalam tradisi <em>Nyuguh </em>di Kampung Pasir Gaok serta implikasi seperti apa yang didapatkan dari tradisi tersebut. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi <em>Nyuguh</em> dilakukan oleh beberapa masyarakat di Kampung Pasir Gaok yang masih kental terhadap budaya. Tradisi ini berimplikasi pada hubungan vertikal (hubungan kepada tuhan) dan hubungan horizontal (hubungan sesama manusia atau sosial) pada &nbsp;masyarakat Kampung pasir Gaok Indonesia.</p> 2024-07-29T11:41:53+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/hayula/article/view/48489 Full Paper Hayula Volume 8 No.2 2024 2024-07-31T18:56:23+07:00 Izzatul Mardhiah izzatul-mardhiah@unj.ac.id 2024-07-31T18:50:38+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/hayula/article/view/48616 Subject & Author Index 2024-07-31T19:03:21+07:00 Izzatul Mardhiah izzatul-mardhiah@unj.ac.id 2024-07-31T18:51:47+07:00 ##submission.copyrightStatement##