Sistem Kosakata dalam Konsep Kesehatan Komunitas Tonsawang
Abstrak
Komunitas Tonsawang yang tinggal di Kabupaten Tombatu memiliki bahasa sendiri, yaitu Bahasa Tonsawang, namun budayanya merupakan bagian dari Budaya Minahasa. Di komunitas Tonsawang hidup dan mengembangkan sistem sosial dan budaya yang dikelola oleh anggotanya. Di belakangnya, ada juga kecenderungan bahasa yang tidak terpelihara yaitu bahasa. Bahasa Tonsawang serta bahasa sub-etnis lainnya di Minahasa, tampaknya tidak lagi diwariskan kepada anak-anak, sehingga bahasa tersebut dikhawatirkan akan punah karena dalam bahasa tersebut direkam budaya tradisional, sehingga budaya tradisional dikhawatirkan berubah, juga pengecualian dalam sistem Pengobatan Tradisional. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup tiga hal, yaitu sistem penyakit menurut Bahasa Tonsawang, etiologi penyakit menurut kepercayaan masyarakat Tonsawang, dan sistem pengobatan tradisional di masyarakat Tonsawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan analisis seperti yang disarankan dalam studi etnoscience. Dalam pengumpulan data yang digunakan antara lain, teknik wawancara, observasi, dan partisipasi, dan dalam menganalisis teknik klasifikasi data seperti yang disarankan oleh sturtevant. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem penamaan jenis-jenis penyakit terdiri dari tiga jenis, yaitu dengan dasar kosakata dasar, kata-kata dengan imbuhan, dan bentuk frase. Bentuk kosakata dasar digunakan ketika ia berupa kata benda, dan umumnya cenderung menjadi penyakit yang diderita oleh masyarakat, terutama penyakit kulit. Cara mengklasifikasikan penyakit didasarkan pada lokasi penyakit, seperti jenis sakit perut, radang pada saluran pernapasan, kepala, hidung, telinga, mulut dan khususnya kulit.
