Penyesalan, Harapan dan Keputusasaan dalam I‘tirāf Karya Abū Nuwās: Kajian Psikologi Sastra

  • Laila Maftuhah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia
  • Muhammad Sayyidul Arwan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia
Kata Kunci: Syair Abu Nuwas; psikologi sastra; penyesalan, harapan dan putus asa, Abu Nuwas Poem; literature phsycology; regret, wish, and hopeless

Abstrak

Penelitian ini bertujuan  untuk mengungkapkan kondisi psikologis yang dialami oleh seseorang, dimana setelah melakukan banyak dosa, ia kemudian menyadari dan menyesal atas kesalahannya, mau mengakui seluruh perbuatannya dan akhirnya memohon ampunan dari Tuhannya. Ia menaruh banyak harapan atas belas kasihan Tuhan untuk dapat menerima taubatnya. Namun demikian, ia juga dihantui ketakutan jika Tuhan menolak permohonannya. Maka timbullah rasa putus asa karena ia merasa tidak ada yang dapat memberinya ampunan selain Tuhan. Objek material penelitian ini adalah puisi Al-I’tiraf karya Abu Nuwas beserta terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Meski ada pendapat yang mengatakan bahwa syair ini bukan asli karangan Abu Nuwas, akan tetapi masyarakat Indonesia, terutama kalangan pesantren mengenali syair ini dengan sebutan Syair Abu Nuwas. Adapun objek formalnya adalah gejolak batin yang dialami tokoh dalam puisi yang sepertinya menggambarkan pengalaman hidup sang pengarang, Abu Nuwas. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode psikologi sastra. Dimana analisis dilakukan terhadap kondisi jiwa tokoh yang mengalami penyesalan atas dosa yang ia lakukan, harapan akan ampunan Tuhan serta ketakutan akan penolakan dari Tuhan yang bisa menimbukan rasa putus asa. Adapun hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap perasaan yang dialami oleh tokoh dalam puisi, yaitu penyesalan, harapan dan putus asa.

Diterbitkan
2020-10-31