http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/jendela/issue/feed Jendela Akademika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2024-09-28T19:52:58+07:00 Dr. Gumgum Gumelar M.Si ggumelar@unj.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta yang terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Maret dan September, merupakan catatan pengabdian yang dilakukan oleh dosen/peneliti/civitas akademika mengenai aplikasi dan penerapan penelitian di bidang psikologi yang dimanfaatkan oleh masyarakat.</p> http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/jendela/article/view/48724 Psikoedukasi Literasi Kesehatan Mental pada Remaja di Desa Pasir Tanjung 2024-09-28T19:52:58+07:00 Iriani Indri Hapsari irianiindrihapsari@gmail.com Irma Rosalinda irmarosas@unj.ac.id Anggi Mayangsari anggimayangsari@unj.ac.id <p>Masalah kesehatan mental pada remaja semakin meningkat. Hal ini seiring dengan tahap perkembangan remaja yang berada pada fase kritis kehidupan sehingga secara emosi mereka masih labil dalam menghadapi berbagai permasalahan dikehidupannya. Selain itu masih minimnya literasi remaja terkait Kesehatan mental membuat remaja masih minim informasi Tindakan preventif dan kuratif yang perlu dilakukan untuk meminimalisir masalah Kesehatan mental. Metode pelaksanaan dengan metode psikoedukasi (ceramah serta diskusi menggunakan ppt, modul serta poster literasi Kesehatan mental). Dalam pengabdian Masyarakat ini juga dilakukan pengukuran efektifitas kegiatan psikoedukasi dengan melakukan preposttest tentang literasi Kesehatan mental sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan. Peserta pengabdian Masyarakat adalah remaja di salah satu SMK di desa Pasir Tanjung berjumlah 28 siswa. Analisis data menggunakan t-test . Hasil analisis data menunjukkan bahwa program psikoedukasi literasi Kesehatan mental signifikan meningkatkan literasi kesehatan mental remaja di desa Pasir Tanjung. Luaran kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah artikel yang dipublikasikan pada media online, video pelaksanaan di youtube, HAKI modul Literasi Kesehatan mental.</p> 2024-09-27T15:33:21+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/jendela/article/view/46474 Dari Siswa untuk Siswa Keberhasilan Konseling Teman Sebaya di SMK Muhammadiyah 4 Surakarta 2024-09-28T19:52:58+07:00 Rista Nur Hamidah ristahamidah36@gmail.com Widya Yuli Santiningtyas widya@gmail.com Ichsan Kristanto ichsankristanto@gmail.com <p><em>The community engagement conducted at SMK Muhammadiyah 4 Surakarta aimed to enhance students' understanding of peer counseling. Through a series of activities, including lectures, Focus Group Discussions (FGDs), and peer counseling practice, the results of this engagement showed an improvement in students' understanding of the role and skills required as peer counselors. Pretest and posttest results demonstrated significant development in students' comprehension of peer counseling. Furthermore, FGDs provided a platform for students to share experiences and discuss relevant issues, while peer counseling practice offered direct experience in being both counselors and clients. Recommendations for further development include increased involvement of schools and parents, as well as the adoption of technology for monitoring and evaluating the progress of activities.</em></p> 2024-09-27T15:36:11+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/jendela/article/view/49309 Strategi Peningkatan Self Efficacy pada Guru dalam Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus 2024-09-28T19:52:58+07:00 Rahmawati Prihastuty rahmawati.prihastuty@mail.unnes.ac.id Sugiariyanti sugiariyanti_psi@mail.unnes.ac.id Fatma Kusuma Mahanani fatma.psi@mail.unnes.ac.id Dyah Ayu Rahmawati ayuyadit@mail.unnes.ac.id Aina Aulia Firdaus ainaaulia09@students.unnes.ac.id Filea Suryaningtyas fileasuryaningtyas@students.unnes.ac.id <p>Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang yang ditandai dengan adanya keterbatasan pada salah satu atau beberapa kemampuan fisik dan psikis yang dapat menghambat proses belajarnya sehingga membutuhkan layanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Sebagai pendidik, guru di sekolah inklusi menghadapi tantangan untuk memberikan perlakuan dan pendekatan khusus kepada peserta didiknya agar peserta didik berkebutuhan khusus dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal. Oleh karena itu, perlu bagi seorang guru untuk memiliki efikasi diri yang tinggi agar tujuan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Tim pengabdi menawarkan solusi berupa edukasi dan penguatan efikasi diri bagi guru-guru TK Pembina ABA 54 Semarang yang bertujuan untuk meningkatkan efikasi diri, sehingga para guru dapat menangani siswa berkebutuhan khusus dan proses pembelajaran berjalan dengan efektif. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode psikoedukasi dan untuk mengetahui peningkatan yang terjadi. Peserta diberikan pretest dan posttest, didapatkan adanya peningkatan efikasi diri dan manajemen stres pada guru. Psikoedukasi yang dilakukan untuk memberikan pengetahuan mengenai self efficacy dan upaya pengelolaan stres menunjukkan bahwa terjadi penurunan stres yang signifikan dengan tingkat self efficacy yang meningkat secara signifikan.</p> 2024-09-27T16:08:33+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/jendela/article/view/49064 Stop Bullying dengan Meningkatkan Keterampilan Sosial pada Siswa SMP Methodist 1 Medan 2024-09-28T19:52:58+07:00 Yoza Okta Saputra yozaoktasaputra.kkn17@gmail.com Josetta Maria Remila Tuapattinaja josetta.mrt@gmail.com Eka Danta Jaya Ginting ekadanta@gmail.com Rahma Fauzia Rahmafauzia@gmail.com <p><em>Education is a place for producing students who are intelligent, disciplined, independent, and of high quality. Schools should be safe and comfortable places for learning; however, recently they have become environments where bullying cases are developing. SMP Methodist 1 has become one of the schools where bullying occurs. Bullying is a form of behavior that harms others who are perceived as weak, economically disadvantaged, or disabled. Bullying can be physical, such as hitting and other aggressive actions carried out individually or in groups. Verbal bullying is also common and includes mocking physical appearance, financial status, belittling peers or parents, using inappropriate language, and intimidation. Additionally, there is cyberbullying, which is conducted by individuals or groups through social media to ostracize others. Bullying has dangerous and long-lasting consequences, affecting physical, emotional, and mental health, including depression, anxiety, substance abuse, and decreased academic performance. Based on this data, there is a need for effective measures to reduce bullying at SMP Methodist 1. One approach is to teach social skills. The social skills taught include empathy, communication, emotional regulation, and problem-solving. These social skills are expected to be beneficial in detecting and preventing bullying in the school.</em></p> 2024-09-27T16:24:12+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/jendela/article/view/49453 Pilot Project Panduan Bagi Guru dan Fasilitator untuk Pengembangan Keterampilan Sosial Anak di Desa Pasirtanjung 2024-09-28T19:52:58+07:00 Erik jamaludin.erik.unj@gmail.com Herdiyan Maulana Herdiyan-Maulana@unj.ac.id Gumgum Gumelar FR ggumelar@unj.ac.id Liza Yudhita lizayudhita@unj.ac.id <p><em>Social skills are essential for everyone to have. The cultivation and development of social skills are essential for children. From an early age, children need to be instilled and developed with social skills to face life in school and society well. The cultivation and development of social skills for children are crucial, considering the changing times that can make children lack social skills. For example, the rapid development of information technology, mobile phones, online games, and other communication media can make a person’s skills, especially children’s, less developed or even decline. Therefore, it is very important to develop social skills for children. Besides parents, teachers and facilitators at school also play a crucial role in developing children’s social skills. However, with this module-shaped instrument, guidance for teachers and facilitators to develop children’s social skills becomes crucial. In this community service, a pilot project will be carried out to guide teachers and facilitators to develop children’s social skills. Teachers and facilitators will dissect and provide input on the guide so that it can be used later according to its purpose to develop children’s social skills.</em></p> 2024-09-28T12:03:41+07:00 ##submission.copyrightStatement##