MEMBANGUN PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DI SEKOLAH DASAR

  • Slamet Widodo STKIP Al Hikmah
Kata Kunci: Pendidikan antikorupsi, kurikulum pendidikan antikorupsi, asesmen autentik

Abstrak

Korupsi terjadi hampir di semua segi pemerintahan mulai dari bawahan sampai elit. Korupsi dilakukan secara masif oleh pelakunya menggunakan berbagai cara dan bentuk yang sangat kompleks tanpa memandang status. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk memerangi korupsi tersebut, terutama bagi siswa sekolah dasar dilakukan dengan cara preventif. Usaha tersebut dilakukan dengan membangun pendidikan antikorupsi di sekolah dasar. Hal ini bertujuan memberikan pengetahuan, jenis, dan cara mencegah berbagai bentuk korupsi. Pendidikan antikorupsi merupakan usaha yang dilakukan secara sadar untuk mengajarkan siswa tentang antikorupsi. Tidak hanya guru saja yang memiliki kewajiban untuk mengajarkan pendidikan antikorupsi, tetapi juga kepala sekolah sebagai leader di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mewujudkan pendidikan antikorupsi. Kurikulum pendidikan antikorupsi ditekankan pada semua pelajaran yakni pelajaran sosial, sains, dan bahasa. Sedangkan untuk memfasilitasi berbagai gaya belajar siswa (visual, auditory, dan kinesthetic), maka guru dapat menggunakan model pembelajaran yang bervariasi sehingga pembelajaran tidak monoton dan siswa tidak cepat bosan. Asesmen yang dapat digunakan dalam pendidikan antikorupsi adalah asesmen autentik.

Referensi

Akbar, Y, H., Vujic, V. (2014). Explaining corruption: the role of national culture and its implication for international management. Emerald Insight, 21 (2), 191-218.
Andersson, I-M., Gunnarsson, K., and Rosen, G. (2015). Role of headmasters, teachers, and supervisors in knowledge transfer about occupational health and safety to pupils in vocational education. Elsevier, 6, 317-323.
Arend, R. 2012. Learning to teach nineth edition. New York: McGrow Hill.
Azfar, O., Lee, Y., and Swamy, A. (2001). The cause and consequences of corruption. The annals of the American academy of political and social science, 573, 42-56.
Becker, K., Hauser, C., and Kronthaler, F. (2013). Fostering management education to deter corruption: what do students know about corruption and its legal consequences?. Crime law soc change, 60, 227-240.
Centner, A, J. (2008). Implementing international anti-corruption standards to improve Afganistan’s education system. Case western reserve journal of international law, 44, 847-874.
Chitty, C. 2002. Understanding school and schooling. New York: Tailor and Francis Group.
Evrensel, A. (2010). Institutional and economic determinants of corruption: a cross-section analysis. Applied economics letters, 17, 551-554.
Ghadimi, S., Seraj, B., Keshavarz, H., Shamshiri, Ahmad R., Abiri, R. (2014). The effect of using an educational poster on elementaryschool health teachers' knowledge of emergency management of traumatic dental injuries. Journal of dentistry, 11(6), pp.620-628.
Jha, A.S. (2011). Teacher empowerment and institutional effectiveness in teacher education. I-manager’s Journalon School Educational Technology, 6 (3), 49-55.
Kirkwood, J.J., and Kendrick, M.L. (1999). Authentically assessing an assembly line. The Technology Teacher, 58 (6), 8.
Kong, S, C., and Li, K, M. (2009). Collaboration betweenSchool and Parents to Foster Information Literacy: Learning in the Information Society. Computers & Education, 52(2), 275-282.
Manion, M. (2004). Lessons for mainland China from anti-corruption reform in Hong Kong. The China review, 4 (2), 81-97.
Peercy. C., and Svenson, N. 2016. The role of higher education in equitable human development. Springer Science+Business Media Dordrecht and UNESCO institute for Lifelong Learning, 62, 139-160.
Sheldon, S., and Epstein, J. (2002). Improving student behavior and school discipline with family and community involvement. Education and Urban Society, 35(1), 4-26.
Tanaka, S. (2001). Corruption in education sector: a suggestion for antisipatory strategy. International journal of educational management, 15 (4), 158-166.
Vaknin, S. (2009). Financial crime and corruption 3rd edition. Lidija Rangelovska: Sam vaknin’s United Press International (UPI).
Hearn, J., Feuer, D., Higginson, I, J., and Sheldon, T. (1999). Systematic review. Journal Palliative Medicine, 13, pp. 75-80.
Diterbitkan
2019-05-30