ANALISIS KESIAPAN GURU MENGIMPLEMENTASIKAN ASESMEN AUTENTIK DALAM KURIKULUM MERDEKA BELAJAR

  • Cholifah Tur Rosidah Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Pana Pramulia Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Wahyu Susiloningsih Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Kata Kunci: Kesiapan Guru, Kurikulum Merdeka Belajar, Asesmen Autentik

Abstrak

Asesmen autentik dapat digunakan seiring dengan penerapan Kurikulum Merdeka Belajar. Artikel ini memaparkan tentang kesiapan guru mengimplementasikan asesmen autentik dalam Kurikulum Merdeka Belajar yang mencakup persiapan, pelaksanaan, serta analisis dan pelaporan hasil asesmen. Tujuan penulisan untuk memaparkan gambaran faktual tentang kesiapan guru dalam melaksanakan kurikulum Merdeka Belajar terkait dengan asesmen autentik. Penulisan artikel dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui studi kepustakaan. Artikel dibuat berdasarkan permasalahan yang dialami guru yang terungkap melalui Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan saat pelaksanaan Kerja Kelompok Guru (KKG) yang melibatkan 50 guru di kecamatan Gondang Mojokerto Jawa Timur. Hasil FGD tersebut menunjukkan bahwa guru mengalami berbagai permasalahan berkaitan dengan penerapan asesmen autentik di antaranya (1) asumsi bahwa asesmen autentik terlalu rumit karena harus membuat rubrik kemudian mengonversikan sebelum menginput dalam daftar nilai; (2) kesulitan dalam pemilahan dan pembagian nilai apabila dalam satu rubrik mencakup beberapa muatan pelajaran; (3) belum ada pelatihan yang secara khusus dilakukan untuk pembuatan perencanaan penilaian autentik. Hasil kajian yang dilakukan disertai wawancara singkat dengan beberapa guru menunjukkan bahwa secara teoretis guru cukup siap dan cukup memahami hakikat asesmen autentik. Namun, dalam penerapannya guru masih membutuhkan banyak belajar agar lebih terampil dan mudah dalam menerapkannya. Sehingga dapat dikatakan bahwa guru kurang siap dalam menerapkan penilaian autentik, karena penilaian yang dilakukan masih terkesan seadanya sesuai dengan rubrik yang tersedia dalam buku guru saja. Belum dilakukan pengembangan rubrik penilaian.

Referensi

Cristy, Rahmenda. 2017. Analisis Kesiapan Guru Dalam Mengimplementasi Penilaian Otentik Pada Kompetensi Ranah Sikap. Prosiding Semnas FIS Universitas Negeri Medan; Vol.1 No.1 Tahun 2017: Hal.477-481

Gulikers, Judith, et al. 2004. A five-Dimentional framework for authentic assessment. Educational Teaching Research and Development. September 2004. 52-67.

Kim, Helyn. 2017. Assesment of Twenty-First Century Skills: The Issue of Authenticity. Washington, DC, USA. Brookings Institution. Loads, Daphine. Fresh thinking about academic development: authentic, transformative, [5] distruptive? Internasional Journal for Academic Development. Vol 20, 2015-Issue 4 pages 355-369.

Marhaeni, A.A.I.N. Asesmen Autentik dan Pendidikan Bermakna: Implementasi Kurukulum Merdeka Belajar. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol 4, No.1. 2015

Marhaeni, A.A.I.N, dkk. 2017. Asesmen Autentik dalam Pembelajaran Bahasa Inggris. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

Permendikbud. 2016. Permendikbud RI NO.23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian Pendidikan. Jakarta: Dirjen Peraturan Perundang-Undangan Kemenkumham.

Permendikbud. 2014. Permendikbud RI NO.104 Tahun 2014 Tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Jakarta: Dirjen Peraturan Perundang-Undangan Kemenkumham.

Sani, Ridwan Abdullah. 2016. Penilaian Autentik. Jakarta: Bumi Aksara.

Syaifuddin, Himawan. 2016. Tingkat Kesiapan Guru dalam Sistem Penilaian Autentik Pada Mata Pelajaran Produktif Dengan Kurukulum Merdeka Belajar. Jurnal Pendidikan Teknik. Vol.2, No.3; Hal.248-255.

Wati, Ega Rima. 2016. Kupas Tuntas Evaluasi Pembelajaran. Kata Pena. Wikipedia. Dapat diakses di https://id.wikipedia.org/wiki/Penilaian_autentik. www.P21.org.

Diterbitkan
2021-06-11