PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH DASAR : EKSPLORASI BATIK NUSANTARA BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi batik nusantara lokal daerah pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar sebagai pondasi awal penanaman sikap multikultural melalui pendidikan formal yang terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran. Indonesia merupakan negara multikultural dengan beragam suku, budaya, adat istiadat, bahasa dan agama. Dengan keberagaman tersebut haruslah kita ikat dengan rasa nasionalisme atas kepemilikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menghadapi realitas multikultural tersebut, tentunya proses pendidikan harus dapat mengoptimalkan integrating force ditengah kehidupan globalisasi saat ini. Namun pada kenyataanya, pendidik dan pendidikan di Indonesia, terkait hal yang berhubungan dengan multikultural dianggap sebagai sesuatu yang sensitif dari budaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman multikulturalisme adalah dengan mengembangkan suatu media yang dapat dijadikan integrating force dalam kehidupan bangsa Indonesia. Media yang paling memungkinkan untuk hal tersebut adalah batik. Batik dipilih sebagai media integrating force karena batik memiliki banyak simbol yang berkaitan erat dengan kearifan lokal, alam, dan sejarah yang khas dari setiap wilayah di nusantara.
Referensi
Banks, J. A. (1993). The Canon Debate, Knowledge Construction, and Multicultural Education. Educational Researcher, 22(5), 4–14. https://doi.org/10.3102/0013189X022005004
Eny Kustiyah, I. (2017). Batik Sebagai Identitas Kultural Bangsa Indonesia Di Era Globalisasi. Gema.
Ibrahim, H., & Yusdi, M. (2019). The Tomb of Teungku Di Anjong: From History, Art Artifacts and Revitalization Motive for the Development of Aceh Creative Batik Design. Paramita: Historical Studies Journal, 29(2), 204–212. https://doi.org/10.15294/paramita.v29i2.18888
Junifer, C. (2016). Brightspot Market sebagai Representasi Identitas “Cool” Kaum Muda Jakarta. MASYARAKAT: Jurnal Sosiologi, 21(1), 109–131. https://doi.org/10.7454/mjs.v21i1.4637
Lee, S. J., Jahng, K. E., & Kim, K. (2020). Light and shade of multicultural education in South Korea: Analysis through Bourdieu’s concept of capital. Journal for Multicultural Education, 14(2), 149–161. https://doi.org/10.1108/JME-11-2019-0081
Maziyah, S., Mahirta, M., & Atmosudiro, S. (2016). Makna Simbolis Batik Pada Masyarakat Jawa Kuna. Paramita: Historical Studies Journal, 26(1), 23. https://doi.org/10.15294/paramita.v26i1.5143
Mursyid. (2015a). Multikulturalisme Di Pesantren: Potret Pendidikan Islam Multikultural. At-Turāṡ, 2(2), 164.
Mursyid, H. (2015b). Membentuk Wawasan Kebangsaan Santri: Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Jurnal Kependidikan, 7(2), 265–282.
Okoye-Johnson, O. (2011). Does multicultural education improve students’ racial attitudes? Implications for closing the achievement gap. Journal of Black Studies, 42(8), 1252–1274. https://doi.org/10.1177/0021934711408901
Puspita, Y. (2018). Pentingnya Pendidikan Multikultural. Seminar Nasional Pendidikan Universitas PGRI Palembang, 285–291. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Rosyada, D. (2014). Pendidikan multikultural di indonesia sebuah pandangan konsepsional. Sosio didaktika: Social Science Education Journal. https://doi.org/10.15408/sd.v1i1.1200
Steelyana, E. (2012). Batik, A Beautiful Cultural Heritage that Preserve Culture and Supporteconomic Development in Indonesia. Binus Business Review, 3(1), 116. https://doi.org/10.21512/bbr.v3i1.1288
Suharsono, S. (2017). Pendidikan Multikultural. EDUSIANA: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam, 4(1), 13–23. https://doi.org/10.30957/edusiana.v4i1.3
Supriatin, A., & Nasution, A. R. (2017). Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Praktik Pendidikan Di Indonesia. Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 3(1), 1. https://doi.org/10.32332/elementary.v3i1.785
Malihah, E. dan Effendi, R. (2014). Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi. Bandung: Maulana Media Grafika.
Ardiwinata, J. dan Hufad, A. (2009). Sosiologi Antropologi Pendidikan. Bandung: UPI PRESS.
Setiawati, E., Abdullan, I., & Lasiyo. (2011). Strategi Pengembangan Komoditas Studi Tentang Budaya Ekonomi di Kalangan Pengusaha Batik Laweyan. KAWISTARA, 1(3), 213–320. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Triana, N. N., & Retnosary, R. (2020). Pengembangan Model Pemasaran Batik Karawang Sebagai Produk Unggulan Daerah. Jurnal Inovasi Dan Pengelolaan Laboratorium, 2(1), 21–27.
Aditya, D. F. (2014). Fashion and Fashion Education Journal. Fashion and Fashion Education Journal, 3(1), 27–33.
Koentjaraningrat. (2007). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan
H.A.R. Tilaar. (2002). Pendidikan Kebudayaan dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Jurnal Pendidikan Dasar



















