Penciptaan Tari Furshotu Tsaniyah Menggunakan Methods of Construction Jacqueline Mary Smith-Authard
Abstrak
“Furshotu Tsaniyah” diambil dari Bahasa Arab Al-Furshotu yang berarti kesempatan, datang kesempatan, berkesempatan dan At-Tsaniyatun yang berarti kedua, yang kedua. Furshotu Tsaniyah artinya kesempatan kedua. Interpretasi dari judul ini adalah adanya kesempatan kedua kepada mereka yang merasakan hidup kembali dari mati suri dan berpengalaman melihat kehidupan setelah mati. Karya tari “Furshotu Tsaniyah” berpijak pada gerak dasar tari sunda yang dipadukan dengan teknik gerak kontemporer yang dieksplorasi tak terbatas oleh koreografer. Diangkatnya kisah ini ke dalam karya tari untuk memberikan pesan moral kepada masyarakat melalui karya tari. Karya tari ini tercipta melalui methods of construction Jacqueline Mary Smith-Authard yang terdiri dari methods of construction 1 - 8. Perwujudan karya tari yang dihasilkan berupa komposisi gerak tari yang dikembangkan dari pengolahan gerak tari Sunda dan teknik gerak kontemporer serta elemen-elemen pendukung karya tari seperti sayap malaikat dan cambuk. Karya tari “Furshotu Tsaniyah” menggunakan tipe tari dramatik dengan desain dramatik kerucut tunggal dan disajikan dengan mode penyajian simbolik.
