Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK)
http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/jrpk
<h2>Focus and Scope</h2> <p>Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) is the journal for teachers, researchers and other practitioners at all levels of chemistry education. It is published electronically two times a year; coverages include the following:</p> <ul> <li class="show">Research, and reviews of research, in chemistry education</li> <li class="show">Application of educational technology to enhance quality of teaching and learning in chemistry</li> <li class="show">Evaluations of effective innovative practice in the teaching of chemistry</li> <li class="show">In-depth analyses of issues of direct relevance to chemistry education</li> </ul> <p><a href="http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jrpk/history"><strong>Journal History</strong></a></p> <p>JRPK established in 2011 with print and online version. In 2011, the first online version published on website http://journal.chemistry-unj.ac.id, then in 2015 it moved to http://pubs.chemistry-unj.ac.d. In early 2017, JRPK is published on website http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jrpk and under the supervision of LPPM UNJ.</p>LPPM Universitas Negeri Jakartaen-USJurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK)2252-5378Pengembangan Modul Elektronik Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Kimia
http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/jrpk/article/view/40109
<p style="font-weight: 400;"><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran kimia berupa modul elektornik berbasis pendekatan saintifik pada materi tata nama senyawa dan persamaan reaksi kimia kelas X. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model penelitian ADDIE yang meliputi tahap analisis (Analyze), tahap perancangan produk (Design), pengembangan produk (Develop), implementasi produk (Implement), dan evaluasi akhir pada produk (Evaluate). Rancangan kegiatan pembelajaran pada modul elektronik disusun secara sistematis dan menerapkan langkah-langkah pendekatan saintifik. Hasil validasi oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media menunjukkan hasil sangat baik, yaitu dengan nilai r sebesar 0,67; 0,72; dan 0,67. Pada tahap akhir, hasil uji coba produk oleh peserta didik dan guru juga menunjukkan hasil yang sangat baik dengan rata-rata presentase skor 90,3% dan 95,4%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran berbasis pendekatan saintifik pada materi tata nama senyawa dan persamaan reaksi kimia yang dikembangkan memperoleh interpretasi sangat baik dan layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran kimia.</em></p>Edith Allanas
##submission.copyrightStatement##
2024-08-162024-08-161411710.21009/JRPK.141.01ANALISIS INSTRUMEN TEST ANALISIS KUALITAS INSTRUMEN TES SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP MATA PELAJARAN KIMIA KELAS XI ILMU PENGETAHUAN ALAM SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 6 PEKANBARU TAHUN AJARAN 2015/2016
http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/jrpk/article/view/21675
<p>Banyak faktor penyebab terjadinya masalah dalam proses pembelajaran, salah satunya adalah perangkat pembelajaran yang digunakan dan dibuat oleh guru. Instrumen pembelajaran dapat berupa butir-butir tes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas soal ujian akhir semester II mata pelajaran kimia kelas XI IPA SMA Negeri 6 Pekanbaru Tahun Pelajaran 2015/2016 ditinjau dari aspek kualitatif dan kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah seluruh lembar jawaban siswa kelas XI IPA (XI IPA 1 sd 6) yang berjumlah 192 siswa. Soal ulangan semester II terdiri dari 30 soal pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan butir tes yang kurang tepat ditinjau dari aspek kualitatif, terdapat 8 (26,7%) butir soal dari segi materi, 12 (40%) butir soal konstruksi, dan 23 (76,6%) butir soal dari segi bahasa. . Sedangkan pada aspek kuantitatif, 3 (10%) butir tes tidak valid. Butir uji reliabilitas tinggi adalah 0,72. Dari segi pembeda, terdapat 3 (10%) butir soal dengan kategori buruk, 11 (36,7%) butir soal berada pada kategori sedang, dan 16 (53,3%) butir soal berada pada kategori baik. Ditinjau dari tingkat kesukarannya, ada 2 (6,9%) butir soal berada pada kategori sulit, 22 (72,4%) butir soal berada pada kategori sedang, dan 6 (23%) butir soal berada pada kategori mudah. 27 (23%) pilihan distraktor tidak berfungsi. Dapat disimpulkan bahwa persentase butir soal yang tidak sesuai pada aspek kualitatif adalah 47,7% yang berarti kualitas butir soal sudah cukup. Pada aspek kuantitatif validitas, reliabilitas, dan diskriminator berada pada kriteria baik, sedangkan tingkat kesukaran dan pengecoh berada pada kriteria cukup.</p>Syarifah Wikasari Tengku
##submission.copyrightStatement##
2024-08-162024-08-1614181510.21009/JRPK.141.02Peningkatan HOTS pada Mata Pelajaran Green Chemistry Menggunakan Model Problem Based Learning
http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/jrpk/article/view/43887
<p><em>High-Ordered Thinking Skills (HOTS) merupakan keterampilan yang harus dimiliki siswa pada abad 21. Untuk memperoleh HOTS yang baik diperlukan model pembelajaran berbasis HOTS. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Jonggol, Jawa Barat, merupakan salah satu sekolah yang menerapkan Kurikulum Mandiri sejak tahun 2020. Kurikulum Mandiri mensyaratkan pembelajaran berbasis HOTS seperti Project Based Learning (PjBL), dan Problem- Pembelajaran Berbasis (PBL). Artinya SMAN 2 Jonggol telah menerapkan pembelajaran berbasis HOTS. Namun berdasarkan hasil wawancara dengan guru kimia, HOTS siswa masih rendah yang ditunjukkan oleh siswa yang cenderung pasif dan kesulitan menyimpulkan materi pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan HOTS pada materi kimia hijau dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dengan jumlah 42 siswa. Hasil uji Wilcoxon nilai Positive Ranks pada N sebesar 42. Hal ini menjelaskan bahwa terdapat peningkatan HOTS siswa setelah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan HOTS siswa.</em></p>PINGKAN ELSYE DAMAYANTI
##submission.copyrightStatement##
2024-08-162024-08-16141162110.21009/JRPK.141.03Pengembangan Media Pembelajaran Web Google Sites Materi Sifat Koligatif Larutan Kelas XII IPA
http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/jrpk/article/view/28678
<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran dan menanggapi minat pengguna <em>Web Google Sites</em> materi sifat koligatif larutan. Menggunakan model pengembangan ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi). Subjek penelitian yaitu lima peserta didik kelas Xll IPA pedoman angket dan wawancara berfungsi sebagai pengambilan data, menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa mengembangkan media <em>Web Google Sites </em>sampai pada tahap pengembangan. Media pembelajaran ini terdiri dari halaman utama, halaman KI-KD-IPK, halaman materi, halaman latihan soal, halaman games, halaman video pembelajaran, halaman evaluasi, halaman daftar isi, dan halaman about us. Dari hasil validasi yang didapat bahwa media ini mendapat kriteria “layak” dengan skor 83% dari ahli materi serta mendapat kriteria “sangat menarik” dengan skor 87% dari lima peserta didik. Dengan demikian media pembelajaran berbasis <em>Web Google Sites</em> dapat digunakan dalam pembelajaran.</p>Indria ArifianiMohammad Agung RokhimawanSetia Rahmawan
##submission.copyrightStatement##
2024-08-162024-08-16141223210.21009/JRPK.141.04Veronika, dkk PENGARUH RESPON TENTANG MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI LARUTAN ELEKTROLIT NON ELEKTROLIT SMA GELEKAT LEWO BORU TAHUN 2020/2021
http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/jrpk/article/view/22620
<p><em>Tujuan utama penelitian ini adalah <sup>(1)</sup> Mengetahui validitas media video pembelajaran materi larutan elektrolit dan non elektrolit. <sup>(2) </sup>Mengetahui respon peserta didik tentang video pembelajaran pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit. <sup>(3)</sup> Mengetahui hasil belajar peserta didik yang menggunakan video pembelajaran pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit. <sup>(4) </sup>Mengetahui hubungan respon peserta didik tentang media video pembelajaran terhadap hasil belajar peserta didik setelah menggunakan video pembelajaran pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit. <sup>(5)</sup> Mengetahui pengaruh respon peserta didik tentang media video pembelajaran terhadap hasil belajar peserta didik setelah menggunakan video pembelajaran pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa <sup>(1) </sup></em><em>Media video pembelajaran dinyatakan valid dengan nilai validitasnya sebesar 92,5.<sup>(2)</sup>Respon peserta didik kelas X IPA SMA Gelekat Lewo Boru Tahun Ajaran 2020/2021 termasuk dalam kategori sangat baik dengan presentase rata-rata sebesar 83%.<sup>(3)</sup>Hasil belajar peserta didik kelas X IPA SMA Gelekat Lewo Boru Tahun Ajaran 2020/2021 dinyatakan tuntas dengan nilai rata-rata sebesar 85.<sup>(4)</sup>Ada hubungan yang signifikan antara respon dengan hasil belajar peserta didik kelas X IPA SMA Gelekat Lewo Boru Tahun Ajaran 2020/2021 dengan koefisien korelasi sebesar 0,55<sup>(5)</sup>Ada pengaruh yang signifikan antara respon dengan hasil belajar peserta didik kelas X IPA SMA Gelekat Lewo Boru Tahun Ajaran 2020/2021 dengan persamaan regresi sederhana sebesar </em> <em> = </em><em>57,64</em><em>+ 0,33x.</em></p> <p><em> </em></p>Yanti Rosinda Tinenti
##submission.copyrightStatement##
2024-08-162024-08-16141323810.21009/JRPK.141.05