Qualia: Jurnal Ilmiah Edukasi Seni Rupa dan Budaya Visual http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia <p>Qualia: Jurnal Edukasi Seni Rupa dan Budaya Visual merupakan jurnal ilmiah berisi artikel hasil penelitian, kajian teoretik, dan tinjauan buku bidang pendidikan seni rupa dan budaya visual. <em>Qualia</em> berasal dari kata <em>quale</em> (Latin), artinya kualitas rasa yang dialami seseorang dengan bidang yang meliputi: seni rupa murni, desain, kriya, fotografi, videografi, media alternatif, dan berbagai bentuk teks visual</p> en-US ekohadiprayitno@gmail.com (Eko Hadi Prayitno) alfarizalhazmi16@gmail.com (Fariz Al Hazmi) Sel, 25 Apr 2023 00:00:00 +0700 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Kreasi Serat Jute Pada Bingkai Cermin Hias Berkonsepkan Eco Friendly Craft http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/34447 <p>Serat alam merupakan komoditas yang sangat prospektif dikembangkan. Salah satunya serat jute (Corchorus capsularis), serat alam yang berasal dari tanaman jute yang berasal dari bagian batang tanaman. Pohon jute merupakan tanaman tahunan yang tumbuh baik di tanah alluvial, yaitu tanah kering sedikit berpasir pada iklim tropis yang lembab, salah satunya Indonesia. Kebanyakan pemanfaatan serat jute di Indonesia hanya sebatas sebagai bahan&nbsp; dasar pembuatan&nbsp; karung&nbsp; dan&nbsp; pelapis&nbsp; permadani. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan insight penciptaan kreatif yang berpotensi dikembangkan serta memanfaatkan serat jute sebagai material utama dalam penciptaan karya seni rupa berupa produk cermin hias dengan mengambil struktur motif dan adaptasih teknik makramé. Metode penelitian dengan konsep <em>pratice-based research</em> sebagai penelitian yang dimulai dari&nbsp; riset terkait studi pendahuluan objek dan&nbsp; melakukan&nbsp; praktik, mencatat dan mengumpulkan data-data yang dianggap penting dalam proses penciptaan. Melalui eksplorasi, riset dan praktik, serat jute dapat menghasilkan produk berupa cermin hias dengan pengaplikasian teknik makrame dan memanfaatkan zat pewarna alam.</p> Siti Farida, Bahasa Indonesia ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/34447 Sel, 25 Apr 2023 00:00:00 +0700 Pembelajaran Menggambar Dengan Teknik Digital Pada Beginner Class di Ageru Art Studio http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42069 <p>Di era modern ini menggambar tidak hanya dapat dilakukan secara tradisional seperti menggunakan kertas dan pensil, tapi juga dapat dilakukan dengan cara digital. Salah satu tempat yang memberikan pelatihan menggambar dengan teknik digital sebagai bentuk pendidikan non formal yaitu Ageru Art Studio. Terdapat kelas pemula yang disediakan oleh mereka atau disebut dengan Begginer Class. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep pembelajaran pada Ageru Art Studio sebagai tempat pelatihan menggambar dengan teknik digital, khususnya di Beginner Class. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan partisipatoris. Dalam hal ini, peneliti mengamati dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menemukan bahwa konsep operasional pembelajaran dikendalikan langsung oleh manajer operasional dan interaksi secara langsung kepada tutor terkait proses pembelajaran. Untuk proses pembelajarannya, beginner class terbagi menjadi dua, diantaranya Basic Class dan Basic Manga Kids. Pada Basic Class, murid yang masih berada dibangku sekolah dasar akan mempelajari cara menggambar dengan pentablet dan mewarnai. Sedangkan Basic Manga Kids, murid akan diajarkan cara membuat gambar manga. Kendala yang ditemukan pada yaitu kurangnya tenaga tutor dan murid yang cukup banyak terkadang membuat kelas kurang kondusif.</p> Enggar Banifa Anggraeni ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42069 Sel, 25 Apr 2023 00:00:00 +0700 Eksplorasi Mainan Seni Dengan Pendekatan Berbasis Praktik http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42072 <p>Mainan Seni Sebagai Media Representasi Emosi Diri, Skripsi Penciptaan Karya Seni Rupa, Jurusan Pendidikan Seni Rupa. Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta. Mainan seni atau mainan desainer merupakan sebuah produk yang dibuat oleh seniman dan desainer yang diproduksi sediri atau dibuat oleh perusahaan mainan kecil dan independen, yang biasanya dalam edisi yang sangat terbatas. Dilakukan pembuatan jurnal pribadi, dirancang dengan mengusung konsep bercerita dan mengekspresikan masing-masing emosi melalui gambar sketsa, menyimpulkan berbagai sketsa yang telah dibuat menjadi satu karakter yang mewakili emosi tersebut dalam masa berkarya, modelling 3D dan dicetak dengan alat cetak 3D. Merespon tren tentang budaya pop dengan ikut berkontribusi melalui karya Mainan Seni yang pada masa kini mulai banyak perancang mainan yang membuat karakter- karakternya sendiri menjadi sebuah mainan seni, produk bisa dinilai dengan gaya yang otentik sebagai produk mainan yang ditargetkan untuk usia dewasa. Produk dirancang bedasarkan survey dan masukan akan kebutuhan masyarakat dan telah teruji di kalangan menengah atas mulai dari usia dewasa awal di wilayah jakarta sebagai target pasar. Tentunya produk mainan seni ini akan menjadi pilihan dan juga jawaban dari tren budaya pop dan memberikan edukasi tentang kondisi psikologis khususnya pada gangguan emosi, sebagai karya seni atau benda koleksi produk mainan seni ini dapat bertahan untuk waktu yang tidak terbatas tergantung dengan teknik perawatannya</p> Alam Fadhillah, Eko Hadi Prayitno ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42072 Sel, 25 Apr 2023 00:00:00 +0700 Media Pembelajaran Interaktif Sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Kain dan Pakain Dalam Lokakarya Daring Kolase Fesyen http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42074 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar turut serta menjaga kelestarian lingkungan, dengan cara mengolah limbah kain dan pakaian menjadi sebuah karya seni dengan metode kolase fesyen. Serta&nbsp; mengembangkan keterampilan dan kreativitas masyarakat, serta mengetahui bagaimana metode dan teknik yang tepat agar dapat menghasilkan sebuah karya kolase fesyen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, kuisioner, kepustakaan, dokumen, dan dokumentasi. Penilaian karya dinilai berdasarkan kemampuan kreativitas dan keterampilan peserta dengan menggunakan tabel penilaian modifikasi Brent G Wilson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan peserta dalam membuat karya kolase fesyen pada pengikut media sosial Instagram Zero Waste Indonesia dalam rentang usia 20-30 tahun perlu dikembangkan lebih lanjut agar dapat hasil penelitian berupa media pembelajaran interaktif dan silabus dapat diimplementasikan oleh banyak kalangan dan menjadi kegiatan lokakarya yang dapat direkomendasikan sebagai salah satu kegiatan berkesenian sebagai upaya pemanfaatan limbah kain dan pakaian.</p> Cynthia Anandhia Sifa Tyana, Ririn Despriliani ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42074 Sel, 25 Apr 2023 00:00:00 +0700 Kucing Sebagai Motif Hias Batik Pada Kemeja Pria http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42076 <p>Kucing merupakan hewan yang bersahabat, ia peka terhadap sekitar dan terkadang perilakunya menarik perhatian. Perilaku tersebut menjadi sumber inspirasi dalam perancangan busana kemeja dengan kain yang dibuat melalui teknik batik tulis. Metode perancangan menggunakan <em>practice base research</em>. Kemeja yang akan dibuat kali ini merupakan kemeja pria dengan bentuk lengan pendek tanpa kantung dan variasi kancing tertutup oleh kain. Terdapat 3 langkah dalam pembuatan karya yaitu eksplorasi motif, perancangan karya dan evaluasi hasil. Hasil eksplorasi motif mendapatkan 4 buah motif yaitu motif kucing sebagai motif utama dan motif tulang ikan sebagai motif pelengkap. Dari hasil karya yang telah dibuat terdapat beberapa kekurangan yang diakibatkan oleh kendala-kendala yang terjadi seperti warna yang keluar dari garis diakibatkan lilin yang pecah di permukaan kain. Oleh karena itu, proses menerapkan lilin malam pada kain perlu diperhatikan agar dapat merintangi warna dengan baik.</p> Septi Rahmawati ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42076 Sel, 25 Apr 2023 00:00:00 +0700 Toko Jamu “Kwat Shae” Untuk Menyuarakan Isu Street Harassment Catcalling http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42104 <p><em>Catcalling</em> adalah pelecehan seksual secara verbal yang merupakan bagian kecil dari <em>street harassment</em> yang dianggap remeh namun sebenarnya memiliki dampak besar kepada para korbannya, yaitu perempuan baik anak-anak maupun orang dewasa. Normalisasi terhadap tindakan ini merupakan masalah menjamur yang kemudian menimbulkan masalah yang lebih besar lagi di masyarakat. Toko Jamu adalah salah satu solusi masyarakat dalam mengakses pengobatan tradisional. Pemahaman masyarakat terhadap khasiat dari jamu sebagai media pengobatan tradisional menjadi pendekatan yang menarik untuk menyampaikan isu yang cukup sensitif. Dimana pemahaman tentang <em>catcalling</em> dapat dikemas dalam bentuk yang lebih familiar dan parodi menjadi cara paling ringan untuk menyampaikannya. Instalasi Toko jamu “Kwat Shae” Sebagai Pengenalan Isu <em>Street Harassment</em> “<em>Catcalling</em>” mengapropriasikan sebuah instalasi toko jamu dengan berbagai parodi yang menggugah cara berpikir yang keliru dari masyarakat terhadap topik <em>catcalling</em> sebagai dampak positif yang dapat dirasakan sama seperti jamu.</p> Louisiana Wattimena, Aprina Murwanti ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42104 Sel, 25 Apr 2023 00:00:00 +0700 Penelitian Kualitatif Untuk Penciptaan Karya Seni Rupa Topik Rendah Diri http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42107 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan membuktikan keberadaan rendah diri yang tak kasat mata sebagai kepedulian terhadap proses pemulihan diri, sarana refleksi dan ekspresi yang berhubungan dengan proses psikologi tiap individu dalam seni. Penelitian ini merangkum data hasil kuisioner pada sejumlah partisipan dengan ketentuan; warga negara Indonesia, pernah merasakan rendah diri, pernah atau sedang mencari media / solusi untuk mengurangi rasa rendah diri . &nbsp;Beberapa tahap dilakukan dari perencanaan, merangkum pertanyaan, menyeleksi pertanyaan, pengembangan, simulasi, penyebaran kuisioner, pengolahan data dan analisis data, evaluasi. Studi ini mengkaji keterkaitan rendah diri dengan penciptaan karya seni rupa. Metode Penelitian Deskriptif dengan pengumpulan data berupa kuisioner untuk menggambarkan secara aktual sesuai temuan dilapangan. Penciptaan karya seni rupa dapat membantu seseorang yang merasa rendah diri menjadi lebih terapresiasi dan lebih ekspresif dalam menunjukkan pikiran maupun perasaan dan sebagai media terapeutik untuk pemulihan diri. Adapun rendah diri mempunyai peluang dampak positif dan negatif bergantung dari proses pengelolaan diri setiap individu yang mengalami. Untuk itu proses refleksi maupun penerapan <em>mindfulness </em>sangat dibutuhkan dalam mencapai perubahan yang lebih baik. Hasil kuisioner menunjukkan pola-pola refleksi rendah diri oleh partisipan dan menunjukkan manfaat dari beraktivitas seni rupa sebagai salah satu media terapeutik&nbsp; untuk pemulihan diri.</p> Eleonora Maria Graciela, Indro Moerdisuroso ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42107 Sel, 25 Apr 2023 00:00:00 +0700 Mitos Maung Putih Dalam Karya Lukis Modern http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42109 <p>Penciptaan ini bertujuan untuk penyampaian informasi mengenai pengaruh mitos Maung putih dalam kaitannya terhadap pelestarian ekologi serta korelasinya dalam menjaga stabilitas alam yang divisualisasikan dalam bentuk karya lukis. Melemahnya mitos sebagai kontrol perilaku masyarakat membuat banyak masyarakat menjadi sembarangan dalam menggunakan dan mengeksploitasi sumber daya alam yang berakibat ekologi alam terganggu. Penciptaan ini berangkat dari faktor internal tentang cerita arketipe bersama almarhum ayah yang kemudian mengacu dari aspek konseptual, aspek visual dan aspek operasional serta beberapa landasan kerangka teori dalam penciptaan dengan prinsip estetika seni modern. Penciptaan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Artistic Research, di mana penelitian dan praktik penciptaan karya dilakukan secara bersamaan. Terdiri atas desain metode penciptaan, teknik dan instrumen pengumpulan data, dan teknik penyajian dan analisis data. Penciptaan karya ini memvisualisasikan kehadiran mitos maung putih dalam penjagaan ekologi alam dengan menggunakan interes seni pragmatis, interes bentuk semi figuratif, dan prinsip estetika modern. Karya divisualisasikan dalam bentuk karya lukis. Alat dan bahan utama yang digunakan adalah cat akrilik dan cat semprot di atas multipleks dengan menggunakan teknik blending. Penciptaan karya ini diharapkan dapat dijadikan sebagai himbauan kepada masyarakat untuk turut peduli serta selalu menjaga dan menghormati budaya adat istiadat dalam melestarikan ekologi alam.</p> Vebriyan Tri Fauzih, Agam Akbar Pahala ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42109 Sel, 25 Apr 2023 00:00:00 +0700 Karya Seni Rupa Mixed Media Tentang Persistence Melalui Inline Skating http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42111 <p>Aktivitas <em>Inline Skate</em> merupakan olahraga yang kini populer kembali sebagai dampak dari pandemi <em>Covid-19</em>. Penciptaan karya seni rupa ini berasal dari pengalaman pribadi terhadap aktivitas inline skate. Perupa memiliki ketertarikan terhadap olahraga sepatu roda terutama jenis aggressive inline skate, kemudian menjadikan olahraga ini menjadi sumber inspirasi penciptaan karya seni tugas akhir perupa. Berawal dari mengingat-ingat pengalaman menyenangkan saat masa kecil perupa menggunakan sepatu roda. Bagi perupa olahraga inline skate ini seperti terapi dan <em>self-discovery</em> untuk membuat mental perupa menjadi lebih baik dan lebih percaya diri. dan kegigihan perupa selama menekuni <em>inline skating</em> membuat beberapa perubahan pada diri perupa mulai dari mental, fisik dan pencapaian lainnya. Interes seni penciptaan perupa bersifat reflektif (cerminan pengalaman personal), dan interes bentuk yang ditampilkan ialah semi figuratif. Metode penciptaan karya seni ini menggunakan <em>Artistic Research</em> (praktik dan penciptaan dilakukan bersama). Karya skripsi penciptaan seni rupa merupakan suatu wujud seni rupa <em>mixed media.</em> Perupa harap pada karya cipta ini, dapat memberikan motivasi dan kesan positif emosi seperti, senang, penasaran lelah, ambisi, adrenalin tinggi, sakit dan jatuh saat menekuni <em>Inline Skating.</em></p> Popy Sinta Yunita, Jeong Ok-Jeon ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42111 Sel, 25 Apr 2023 00:00:00 +0700 Analisis Seni Gambar Kaligrafi Santri Madrasah Aliyah Kelas XI Usia 16-17 Tahun di Pesantren Al Aulia Bogor Barat http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42114 <p>Tujuan penelitian ini adalah menganalisis seni gambar kaligrafi, serta untuk menemukan makna dari setiap ayat Al-Qur'an dalam karya dan implementasinya. Hal itu berdasarkan latar belakang fakta bahwa Faktor dalam menggambar kaligrafi lebih mendukung kegiatan baca tulis Qur’an atau dapat mendukung program tahfiz Qur’an serta dapat menjadi bahan dalam berdakwah, meningkatkan karakteristik anak santri/santriawati menjadi lebih baik yang berpedoman pada kitab Al-Qur’an. Teori yang digunakan untuk penelitian ini di antaranya adalah teori menurut Nasir tentang definisi lembaga keagamaan, teori menurut Hakim tentang model pendidikan pesantren, Victor Lownfeld tentang <em>“Creativity and Mental Growth”</em>, masa perkembangan seni rupa pada usia 16-17 tahun, teori Al-Faruqi membahas tentang bacaan Al-Qur’an dan khat, serta teori Susanto tentang definisi kaligrafi. Adapun metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif pendekatan kualitatif. Jenis analisis yang digunakan yaitu analisis formalistik menggunakan teori menurut Aliakbari dan Hatami tentang "The Role of Calligraphy in Islamic Art and Its Interpretation", serta analisis konten menggunakan teori menurut Stokstad dan Cothren &nbsp;serta teori dari Sheila S. Blair dan Jonathan M. Bloom. Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa karya santri yang masih pemula dalam teknik membuat dekorasi gambar kaligrafi. Faktor penghambat pelaksanaan ekstrakurikuler kaligrafi Al-Qur'an di Pondok Pesantren Al-Aulia adalah keterbatasan waktu dengan kegiatan pesantren lainnya. Adapun faktor pendukungnya adalah Santri, Pembina Pondok Pesantren, Pembimbing Ekstrakurikuler. Rekomendasinya adalah pentingnya dalam meningkatkan dan mengoptimalkan kreativitas santri. Bagi pembimbing ekstrakulikuler kaligrafi diharapkan memanfaatkan media teknologi, agar santri lebih cepat dalam perkembangan ilmu kaligrafinya serta menjadikan referensi untuk penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan analisis seni gambar kaligrafi pada santri.&nbsp;&nbsp;</p> Safira Putri, R.A Ataswarin Oetopo ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/qualia/article/view/42114 Sel, 25 Apr 2023 00:00:00 +0700