Evaluation of Settlement Land Suitability Based on Remote Sensing and Geographical Information Systems in The City of Ambon

  • Mohammad Amin Lasaiba Universitas Pattimura
Kata Kunci: Kesesuaian Lahan SIG Pengionderaan Jauh

Abstrak

Peningkatan kebutuhan lahan permukiman telah menyebabkan pemanfaatan yang berbeda berdasarkan tingkat kesesuaiannya. Kajian ini mengevaluasi kesesuaian lahan untuk permukiman, faktor pembatas, dan prioritas pemgembangan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis spasial dan kuantitatif dengan pengharakatan berdasarkan satuan lahan. Penelitian ini menggunakan data Landsat 8 OLI/TIRS, DEM SRTM, peta administrasi, jenis tanah, litologi, dan bentuk lahan. Data dianalisis berdasarkan citra satelit, pengharakatan dan tumpang susun (overlay). Hasil kajian menunjukkan bahwa pengolahan citra satelit dengan akurasi yang baik. Untuk kesesuaian lahan permukiman didominasi oleh kelas sangat tidak sesuai seluas 23592,48 ha, sedangkan luas sangat sesuai seluas 6033,39 ha. Untuk arah pengembangan permukiman, prioritas I seluas 3.181,34 ha, prioritas II seluas 2.852,05 ha, dan prioritas III seluas 8.237,89 ha. Temuan dalam penelitian ini dapat dilihat pada perkembangan permukiman di kawasan yang tidak sesuai (D2 II Pm), seluas 204,19 ha. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menerapkan peraturan daerah secara tegas untuk menciptakan kelestarian lahan dan mencegah dampak yang mungkin timbul.

Diterbitkan
2023-03-07