Jurnal Spatial Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/spatial
<p><align="justify"><strong>SPATIAL: Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi </strong>is a Journal of geographical studies that published twice a year, in March and September. The editors accept scientific writings that are in line with the themes of geography, environment, and education that have never been published in other media. Manuscript in the form of soft-copy with the format Document (*. Docx) or Rich Text Format (* .rtf) Microsoft Word program or the like. Published articles are subject to contributions to the costs of publishing. The editor has the right to edit the text without changing its meaning.</p>Department Geography Education Faculty of Social Science - Universitas Negeri Jakartaen-USJurnal Spatial Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi1693-1408<p>An author who publishes in the journal SPATIAL Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi agrees to the following terms:</p> <p>Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal<br>Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.<br>Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).<label></label></p> <p>This work is licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ </a></p> <p><a href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License"></a></p>Analisis Bahaya dan Risiko Banjir Berbasis Multikriteria di Kecamatan Sirimau Kota Ambon
http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/spatial/article/view/35040
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ancaman dan risiko banjir di Kecamatan Sirimau Kota Ambon dari perspektif multi kriteria menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Karakteristik bahaya banjir yang penting termasuk penggunaan lahan, elevasi, kemiringan, jarak dari sungai, tanah, dan curah hujan. Dua faktor risiko yaitu kepadatan penduduk dan penggunaan lahan serta karakteristik bahaya banjir digunakan dalam analisis risiko banjir. Prosedur agregasi peta untuk analisis risiko dan bahaya banjir menggunakan pendekatan Weighted Linear Combination (WLC). Hasil dari bahaya banjir di lokasi penelitian mengungkapkan bahwa bahaya banjir dengan kategori sangat tinggi dan tinggi yaitu 12,26% dan kategori resiko sangat rendah dan rendah bahaya banjir yaitu 87,84% dan hanya. Hasil dari resiko banjir di lokasi penelitian mengungkapkan bahwa resiko banjir dengan kategori tingkat resiko sangat tinggi dan tinggi sekitar 17, 28%, dan kategori resiko sangat rendah dan rendah resiko banjir yaitu (82,77%). Hal ini disebabkan wilayah Kecamatan Sirimau sebagian besar di dominasi oleh daerah perbukitan dan pegunungan</p>Mohammad Amin LasaibaFerdinand S Leuwol
##submission.copyrightStatement##
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2024-07-182024-07-1824210011410.21009/10.21009/spatial.242.001Kombinasi Survei Terestrial dan Satelit Navigasi untuk Pendefinisian Koordinat Titik Pemantauan Candi Prambanan
http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/spatial/article/view/43671
<p>Candi Prambanan dibangun di atas kondisi struktur tanah yang tidak stabil, yaitu pada lapisan tanah pasir dengan kepadatan sedang. Pada sisi sebelah barat terdapat sesar pada bentang alam Sungai Opak yang dapat mempengaruhi kestabilan Candi Prambanan. Pemantauan secara rutin dari aspek geometrik pada Candi Prambanan diperlukan karena Candi Prambanan berada di wilayah yang rawan gempa serta berada pada struktur tanah yang labil. Penelitian ini telah berhasil mendefinisikan koordinat X, Y, Z dan φ, λ, h Titik Pantau berdasarkan pengamatan GPS dengan pengolahan post-processing menggunakan perangkat lunak GAMIT/GLOBK. Tinggi ortometrik (H) seluruh Titik Pantau telah didapatkan dari pengukuran beda tinggi dengan titik referensi TTG-852 dan dihitung menggunakan metode least square adjustment. Posisi kala ke-1 Candi Prambanan didapatkan dengan melakukan pengukuran pengikatan ke muka dari Titik Pantau terhadap reflektor yang dipasang pada tubuh candi. Hasil pengukuran ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pemantauan deformasi di tahun yang akan datang.</p>Rochmad MuryamtoHidayat PanuntunHanif IlmawanErlyna Noor ArrofiqohAfradon Aditya SetyawanMuhammad Iqbal Taftazani
##submission.copyrightStatement##
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2024-09-142024-09-1424211512410.21009/spatial.242.002 Analisis Desain Arsitektur Masjid di Pulau Jawa dan Masjid di Pulau Sumatera sebagai Bangunan Evakuasi Bencana Banjir di Indonesia
http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/spatial/article/view/44342
<p>Indonesia, sebagai negara kepulauan yang terletak di wilayah khatulistiwa, dihadapkan pada risiko bencana alam yang tinggi, terutama banjir, akibat lokasi vulkanis dan bertemu tiga lempeng tektonik utama. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi masjid di DKI Jakarta dan daerah aliran Sungai Batanghari sebagai bangunan evakuasi bencana banjir. Menggunakan metode studi deskriptif-analitis dengan pendekatan gabungan antara observasi online dan lapangan, serta data dari website resmi pemerintah, penelitian ini mengevaluasi masjid berdasarkan kriteria ketinggian lantai, ketersediaan lantai 2, dan fasilitas pendukung lainnya. Hasil menunjukkan bahwa terdapat variasi signifikan dalam desain arsitektur masjid dan ketersediaan fasilitas, dengan beberapa masjid memiliki potensi sebagai bangunan evakuasi sedangkan yang lain memerlukan modifikasi signifikan untuk meningkatkan fungsionalitas mereka dalam menghadapi bencana banjir. Penelitian ini menyarankan perlunya modifikasi desain masjid, termasuk peningkatan ketinggian lantai dan penambahan fasilitas lantai 2 serta tangga, untuk memperkuat peran masjid sebagai tempat evakuasi yang efektif.</p>Oot HotimahSyahru Putri AwalliyahUla Nurjanah
##submission.copyrightStatement##
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2024-09-142024-09-1424212613110.21009/spatial.242.003Prediksi Pertumbuhan Penduduk dengan Google Earth Pro Studi Kasus Kelurahan Madyopuro Kota Malang
http://103.8.12.212:33180/unj/index.php/spatial/article/view/40261
<p>Pembangunan jalan tol trans jawa membawa perkembangan bagi wilayah yang dilalui. Seperti yang terjadi di kelurahan Madyopuro Kota Malang yang bertransformasi menjadi kota satelit akibat adanya pembangunan exit tol, beberapa lahan kosong di wilayah ini mulai dilirik oleh pengembang untuk membangun permukiman diketahui dari citra 2019. Selain itu fasilitas penunjang berupa jalan arteri diperlebar sehingga akses ke wilayah timur kelurahan menjadi mudah. Faktor perkembangan pemukiman ini menjadi salah satu indikator pertambahan penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa perubahan jumlah pemukiman dengan Google Earth Data. Metode yang digunakan adalah snapshoot analisis melalui data citra Google Earth Pro yang tersedia lengkap dan mudah diakses secara multi spasial dan multi temporal. Hasilnya digunakan untuk melalukan prediksi jumlah pertumbuhan penduduk. Citra dari Google Earth dilakukan rektifikasi kemudian jumlah lahan terbangun berupa pemukiman dihitung melalui kenampakan atapnya. Selanjutnya jumlah tiap bangunan dikorelasikan dengan jumlah penduduk tiap bangunan berdasarkan SNI-03-1733-2004. Hasil dari perhitungan ini dibandingan dengan data penduduk pada tahun tersebut menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil peneitina ini menunjukan jumlah penduduk berdasarkan prediksi pada tahun 2015 sejumlah 18.604 jiwa , pada data BPS 19.566 jiwa. Untuk tahun 2019 prediksi dengan metode ini menunjukan angka 20.020 jiwa dan data BPS menunjukan 20.067 jiwa. Adapun prediksi di tahun 2023 sebanyak 21.544 jiwa. Melalui data citra dari Google Earth Pro ini jumlah penduduk yang diprediksi dengan metode ini mendekati data dari BPS ditahun 2015 dan 2019 dengan selisih. Kesmipulannya adalah data perubahan bangunan rumah dari Google Earth dapat digunkanan untuk memprediksi jumlah penduduk yang terdampak pembangunan jalan tol.</p>Kuncoro Adi PradonoAdi Wibowo
##submission.copyrightStatement##
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2024-09-202024-09-2024213213910.21009/spatial.242.004